Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Januari 23, 2020
Halaman Home » Kriminal » Polisi Bekuk Eksekutor Perencana Pembunuhan di Kelapa Gading
  • Follow Us!

Polisi Bekuk Eksekutor Perencana Pembunuhan di Kelapa Gading 

BERITA JAKARTA – Jajaran unit Resmob Polda Metro Jaya meringkus salah satu tersangka terkait kasus percobaan pembunuhan terhadap VT, di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat 13 September 2019 lalu. Tersangka, JRS, ditangkap di kediaman salah satu kerabatnya di Pulau Kei, Maluku.

“JRS adalah eksekutor atau penusuk (korban VT),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, kepada awak media, Kamis (31/10/2019).

Argo menyebut, saat polisi berusaha melakukan penangkapan, tersangka JRS justru berupaya melarikan diri. Ia mencoba melompat dari pagar rumah dibagian belakang. Namun karena bagian belakang rumah tersebut terdapat jurang yang curam, upayanya pun gagal untuk melarikan diri.

“Dia sedang berkumpul dan sempat berusaha mau melarikan diri dengan melompat pagar belakang rumah yang ternyata tebing. Anggota juga sudah ada yang jaga dibelakang rumahnya,” ujar Argo.

Selanjutnya, polisi membawa tersangka JRS ke Jakarta, untuk proses penyidikan lebih lanjut. Hingga kini polisi masih mengejar tiga buron lainnya, yakni BO, IB dan IN.

Akibat perbuatannya, tersangka JRS disangkakan dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 315 Jo Pasal 353 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara mati dan atau seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Seperti diketahui, seorang wanita dengan pria selingkuhannya berkomplot hendak menghabisi nyawa sang suami. Namun keduanya, berhasil diamankan polisi setelah gagal merencanakan pembunuhan tersebut.

Kedua tersangka itu, YL (40) dan BHS (43) berencana membunuh VT, suami YL yang juga mempekerjakan BHS sebagai sopir.

“BHS dan YL dijerat dengan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 KUHP tentang pembunuhan berencana subsidair Pasal 353 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup,” pungkasnya. (Yon)

Comments

comments