Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Januari 23, 2020
Halaman Home » Berita Daerah » Merajut Kembali Tenun ke Indonesiaan Pasca Pesta Demokrasi
  • Follow Us!

Merajut Kembali Tenun ke Indonesiaan Pasca Pesta Demokrasi 

BERITA SEMARANG – Diskusi yang berlangsung di Semarang TV pada Rabu 30 Oktober 2019 dengan tema ’Crah Agawe Bubrah, Rukun Agawe Santoso’ bersama Dr. Junaidi, Ketua BPPH Pemuda Pancasila Demak, Wahyu Puji Widodo dan Fran, aktifis mahasiswa UNNES sepakat bahwa perbedaan adalah kebhinekaan.

Kritik merupakan wujud kecintaan pemuda terhadap Indonesia untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita ini turunan bangsa yang besar yang sejarahnya gilang gemilang pada masa dahulu dan kini kita wajib menebus dan mewujudkannya kembali,” ungkap Wahyu Puji Widodo.

Dikatakan Wahyu, Indonesia adalah bangsa yang majemuk, Indonesia dibangun bukan oleh satu kelompok, melainkan banyak kelompok. Nasionalisme Indonesia harus kian diperkuat seiring dengan masuknya Indonesia dalam industri 4.0.

“Rekonsiliasi tingkat elit yang dipersembahkan oleh kedua Negarawan kita, Jokowi dan  Prabowo menyudahi suhu panas politik Indonesia yang mengarah kebrutalan, kefanatikan kronis, menunjukkan keseriusan pentingya pesatuan Indonesia,” kata dia. 

“Narasi persatuan Indonesia sudah mulai diserukan oleh Patih Gajah Mada mulai jaman Majapahit, menjadi semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” tambahnya.

Dijelaskannya, bahwa terbentuknya kabinet Indonesia maju akan menjawab beberapa tantangan Indonesia kedepan, yaitu memulihkan kembali tenun Indonesia akibat ulah elit politik Pileg Pilpres, radikalisme, perlindungan, perhatian kepada produk dan industri local.

“Selain itu juga berkomitmen atas Visi Misi Presiden Indonesia Maju serta pertumbuhan ekonomi dengan menjaga Trust dihadapan investor, pelaku pasar,” lanjutnya.

Wahyu Puji Widodo yang juga sebagai Advokat tersebut sangat peduli atas pendidikan, pembangunan pemuda Indonesia berkararter Indonesia, melalui sektor pendidikan mempunyai tanggung jawab menjadikan bangsa yang besar menyongsong revolusi industri 4.0.

“Mari kita kawal dan kritisi secara kontruktif dan bersolusi kabinet Indonesia Maju untuk mewujudkan Mmasyarakat adil dan makmur,” ujarnya.

Menurutnya, pemuda pemudi Indonesia harus terus bergerak, berkarya dan berinovasi melakukan gerakan nyata demi menghasilkan karya-karya besar dalam pembangunan.

“Perayaan Sumpah Pemuda sebagai pemacu kita bersama untuk janji suci satu tekad, satu visi misi ber-Indonesia,” imbuhnya.

Ditambahkan bahwa pendidikan karakter Indonesia dapat diwujudkan dengan pengkaderan generasi lewat beberapa kegiatan kepemudaan wajib dilaksanakan untuk membentuk pemuda Indonesia yang berkarakter Pancasila, lewat kegiatan-kegiatan ormas dan pendidikan formal. 

Wahyu berpesan, amanah 28 Oktober 1928 menjadi pondasi kita bersama bahwa kita Indonesia, kita bersaudara, wajib bersama-sama mejaga marwah Sumpah Pemuda dan Pancasila guna mewujudkan masyarakat Indonesia maju, adil dan makmur. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments