Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Januari 23, 2020
Halaman Home » Megapolitan » Adhi Dosen President University Raih Juara Dosen Berprestasi
  • Follow Us!

Adhi Dosen President University Raih Juara Dosen Berprestasi 

BERITA JAKARTA – Dosen Fakultas Bisnis President University Adhi Setyo Santoso terpilih menjadi juara pertama nasional dosen berprestasi kategori sosial humaniora tahun 2019 dalam acara Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) Berprestasi 2019.

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, penganugrahan ini diberikan pada 28 Oktober 2019 di Jakarta.

Penganugerahan ini diadakan Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan Pendidikan Tinggi (SDID), dengan tujuan untuk memberikan penghargaan terhadap tenaga pendidik yang berprestasi dalam bidang tridarma Perguruan Tinggi.

Adhi berhasil mengalahkan puluhan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan membuktikan dosen President University mampu bersaing dengan dosen dari universitas ternama di Indonesia. Sebelumnya, seleksi dosen berprestasi telah dilakukan di tingkat wilayah.

Dari hasil seleksi, 10 dosen terpilih kembali berkompetisi di hadapan para juri pada tanggal 27 Oktober 2019 hingga akhirnya terpilih tiga dosen terbaik di setiap kategori dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dijelaskan Adhi, ada beberapa poin penilaian yang menjadi perhatian tim juri dalam pemilihan antara lain prestasi dosen, penghargaan yang didapat dosen pada tingkat nasional dan internasional, hasil publikasi internasional, dokumen pendukung, presentasi karya tulis ilmiah atau hasil penelitian dosen, serta kepribadian dosen.

Pada pemilihan ini, Adhi mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Digital Platform Strategy and Its Effect on Consumption Shifting: Implication for Business Practice and Entrepreneurship Education”.

Adhi, menjelaskan perubahan pola konsumen dan pola perusahaan-perusahaan yang mengacu pada ekosistem digital.

Menurutnya, perubahan-perubahan ini harus disikapi dengan baik oleh para dosen dan disesuaikan ke dalam proses pembelajaran.

Lebih lanjut, Adhi mengungkapkan bahwa dalam kurikulum yang ia gunakan di President University, ia berusaha mengubah mahasiswa yang awalnya adalah digital native user menjadi digital native creator.

“Seorang digital native creator mampu membuat solusi atas suatu permasalahan yang sebelumnya, tanpa digital, solusi tersebut tidak ada atau tidak maksimal,” tuturnya.

Hal ini terbukti dengan capaian beberapa mahasiswa President University yang telah berhasil menjalankan usahanya sendiri bahkan saat masih ada di bangku kuliah.

Dalam kesempatan ini, Adhi juga menyampaikan kritiknya terdahap pendidikan kewirausahaan di Indonesia dimana kewirausahaan selama ini selalu dikaitkan dengan corporate finance.

“Wirausahawan bukanlah tentang seberapa jago seseorang mengelola keuangan, namun seberapa jago seseorang mengorkestrasi platform yang sedang mereka kembangkan,” jelasnya.

Adhi mengaku bangga dengan pencapaian ini. Ia berharap kemenangan ini akan menginspirasi sivitas akademika President University lainnya untuk terus berkarya di tingkat nasional dan internasional.

“Saya harap, saya dan seluruh sivitas akademika President University mampu melakukan lebih banyak penelitian yang outputnya memiliki dampak nyata bagi industri dan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Comments

comments