Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Januari 23, 2020
Halaman Home » Pojok Kasus » Kejagung Tangkap Buronan Pencucian Uang Bank Century
  • Follow Us!

Kejagung Tangkap Buronan Pencucian Uang Bank Century 

BERITA JAKARTA Terpidana kasus tindak pidana pencucian uang Bank Century, Stefanus Farok Nurtjahja, diciduk Tim Gabungan Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) saat tengah makan siang disebuah restoran, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (29/10/2019).

“Ketika ditangkap, Stefanus Farok Nurtjahja tidak melakukan perlawanan terhadap aparat Kejaksaan,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen (Intel JAM), Jan Samuel Maringka dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10/2019).

Dijelaskannya, penangkapan terhadap Stefanus berdasarkan, putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 535 K/Pid.Sus /2014 tanggal 14 Juli 2014 yang menghukumnya selama 6 tahun penjara serta denda sebesar Rp1,1 miliar.

Sebelumnya, Stefanus bersama terdakwa RM Johanes Sarwono dan Umar Muchsin mengaku menerima uang Rp1,1 miliar dari Toto Kuntjoro yang diketahui sebagai uang hasil Dirut Bank Century, Robert Tantular yang telah terbukti membantu penggabungan, ganti dan pencucian uang.

Pasca penangkapan, terpidana Stefanus Farok Nurtjahja langsung dibawa Tim Jaksa Eksekutor ke Lapas Salemba, Jakarta Pusat, guna pencegahan masa hukumannya.

Dikatakan Maringka, Stefanus ditangkap melalui program tangkap buronan atau Tabur 31.1. Hingga kini sudah 346 buronan ditangkap sejak program tersebut bergulir tahun 2018.

Dari 346 buronan itu, 207 orang yang melakukan kejahatan Kejati dan Kejari yang ditangkap pada periode tahun 2018 dan 139 orang pada periode Januari-Oktober tahun 2019.

Jam Intel Kejagung menyebut program Tabur 31.1 adalah program untuk memburu buronan kejahatan dengan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan dan juga penegakan hukum dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Melalui program Tabur 31.1 ini kami ingin juga menyampaikan pesan tidak ada tempat yang aman bagi kejahatan,” pungkasnya. (Yon/Bambang)

Comments

comments