Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Oktober 15, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Polda Jateng Ungkap Jaringan Peredaran Narkotika Dari Lapas Semarang
  • Follow Us!

Polda Jateng Ungkap Jaringan Peredaran Narkotika Dari Lapas Semarang 

BERITA SEMARANG – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jateng berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika yang dikendalikan dari Lapas Kelas I Kedungpane Semarang, dengan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 2,2 Kg dan ekstasy 266 butir.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Wachyono mengatakan, pengungkapan diawali dengan penangkapan pelaku berinisial LLK pada Kamis 5 September 2019 sekitar pukul 13.15 WIB didepan rumah kos Jalan Bungur 01 No.05 RT006/RW004, Kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, yang merupakan kurir narkoba Napi narkotika Lapas Kelas I Semarang.

“Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap LLK, petugas berhasil menyita 100 ekstasy dan 1 paket sabu dalam plastik klip kecil, serta HP,” ungkapnya di Mapolda Jateng, Jumat (6/9/2019).

Setelah melakukan pengembangan jaringan dari LLK, lanjut Wachyono, petugas berhasil menangkap tersangka VMT als MARHEN di dalam kamar kosnya di Jalan Bungur 01 No.5. 

“Saat dilakukan penggeledahan kamar kos MARHEN, petugas menyita 29 paket sabu yang sudah dikemas dan siap diedarkan seberat 2,2 Kilogram, 166 ekstasy, dan 1 unit air soft gun,” ujarnya.

Diketahui, VMT als Marhen merupakan kurir dari MR als Memble , napi narkotika Lapas Kelas I Semarang. Dan tersangka VMT als Marhen dijanjikan akan mendapatkan upah dari MR als Memble sebesar Rp20 juta. Namun VMT mengaku belum menerima upah tersebut.

Selanjutnya tim Ditresnarkoba berkoordinasi dengan Kalapas Kedungpane Semarang untuk mengungkap jaringan narkotika dari dalam Lapas atas nama MR als Memble, hingga akhirnya berhasil mengamankan napi tersebut.

Dari MR, petugas menyita 1 buah HP merk Xiomi beserta simcardnya. Dan setelah dilakukan pemeriksaan urine terhadap MR hasilnya positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Dikatakan, napi narkotika atas nama MR als Memble merupakan pengendali jaringan dari dalam Lapas yang telah mendapatkan vonis dari Hakim pada 2016, dengan pidana penjara 14 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp3 miliar.

“Napi tersebut sudah dua kali masuk penjara sebagai pengendali jaringan narkotika wilayah Surakarta dan sekitarnya,” imbuhnya.

Kini kasus tersebut masih dalam pengembangan juga dilakukan analisa menggunakan IT dan manual, untuk mengungkap jaringannya, baik jaringan yang berada di dalam maupun di luar Lapas.

Para tersangka diancam Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments