Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Oktober 15, 2019
Halaman Home » Kriminal » Nggak Jadi Nyantet Suami, Aulia CS Akhirnya Ngasih Obat Tidur ke Pupung Sadili
  • Follow Us!

Nggak Jadi Nyantet Suami, Aulia CS Akhirnya Ngasih Obat Tidur ke Pupung Sadili 

BERITA JAKARTA – Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka baru terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23) yang mayatnya dibakar oleh istri muda bernama Aulia Kesuma. 

Ketiga tersangka baru itu yakni, Karsini alias Tini (43), RD alias Rodi (36) dan AP alias Supriayanto alias Alpat (20).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, rencana pembunuhan itu bermula ketika Aulia berkeluh kesah masalah utang kepada Tini. Berangkat dari utang yang melilit Aulia, Tini bersedia membantu mantan majikannya.

“Semua berencana dari curhatan saudara AK yang menyampaikan kepada mantan pembantunya, saudara Karsini. AK curhat bahwa dia merasa kesulitan masalah utang, kaitannya utang di bank, suaminya tidak izinkan jual rumah, sehingga ada kekecewaan dan berencana menghabisi suami dan anaknya,” ujar Suyudi kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jumat (6/9/2019).

Tini yang merasa prihatin atas cerita majikannya Aulia dan lantas mengajak sang suami, Rodi untuk melerai persoalan. Namun, rencana pembunuhan menjadi cara jitu untuk menyelesaikannya. Rodi lantas mengajak Alpat untuk bergabung dalam bagian pembunuhan tersebut.

“Kemudian Karsini ini merasa prihatin dengan kondisi majikannya sehingga tergerak membantu. Dia hubungi suaminya Rodi alias RD. Kemudian RD mencoba untuk membantu juga,” kata dia.

Suyudi mengatakan, Rodi memberi saran kepada Aulia untuk menyantet Edi. Akhirinya Rodi bersama Aulia, Kelvin, dan Alpat bertolak ke daerah  Yogyakarta Jawa Tengah untuk mencari dukun santet.

“Namun hasil disana tidak ditemukan atau tidak berhasil mendapatkan dukun santet sehingga mengubah rencana menjadi penembakan,” jelas Suyudi.

Dengan cepat, Rodi memutar otak mencari cara lain untuk menghabisi nyawa Edi. Kepada Aulia, Rodi memberi saran untuk membeli senjata api.

Hanya saja, cara itu urung dilakukan mengingat mahalnya senjata api. Sehingga, rencana santet dan penembakan tak dilakukannya.

“Kemudian saudara Rodi mencari senjata yang diminta saudara Aulia untuk melakukan penembakan. Namun, walaupun sudah diberikan uang Rp25 juta dan 10 juta, tapi tidak berhasil juga,” ujarnya.

Tini dan suaminya pun memberi masukan kepada Aulia untuk mencekoki suami dan anak tirinya dengan obat tidur.

“Sehingga rencana untuk menyantet dan penembakan diubah menjadi pembunuhan dengan cara menyekap didahului dengan memberikan obat tidur,” katanya.

Diketahui, ketiganya tersangka baru diringkus polisi di sebuah gubuk di kebun kopi di daerah Sumatra Selatan, pada Kamis 5 September 2019. Total tersangka yang sudah ditangkap dalam kasus ini berjumlah 7 orang.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Aulia dan anaknya Kelvin sebagai tersangka. Dari pengembangan kasus ini, polisi juga telah menangkap dua dari empat pembunuhan bayaran yang disewa Aulia untuk menghabisi suami dan anak tirinya.

Mereka adalah Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid yang ditangkap di Lampung Sumsel pada Selasa 27 Agustus 2019.

Belakangan, mulai terungkap motif pembunuhan yang digagasi oleh Aulia. Selain terlilit utang, motif pembunuhan ditengarai lantaran Aulia hendak menguasai harta sang suami.

“Istri kedua Edi itu menjanjikan uang kepada para eksekutor sebesar Rp500 juta agar bisa menghabisi nyawa suami dan anak tirinya,” pungkasnya. (Yon)

Comments

comments