Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Oktober 15, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Pernyataan Pansel Jabatan Rendahkan SDM ASN Kabupaten Bekasi
  • Follow Us!

Pernyataan Pansel Jabatan Rendahkan SDM ASN Kabupaten Bekasi 

BERITA BEKASI – Pengamat Publik Bekasi R. Meggi Brotodiharjo menyesalkan pernyataan Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Pasalnya, Pansel menyatakan, peserta tidak ada yang lolos, karena dibawah passing grade.

“Bahasa itukan identik dengan peserta tidak capable. Kalau dibilang bodohkan terlalu kasar. Maknanya, tidak jauh dari itu,” sindir Meggi yang juga Ketua Dewan Pembina LSM SIR (Suara Independen Rakyat) ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Kamis (5/9/2019).

Jelas tergambar kata Meggi, pernyataan dari Pansel itu merupakan pelecehan sekaligus menunjukkan betapa rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan juga bukti kegagalan PPK Kabupaten Bekasi dalam membina ASN sebagaimana merit system.

“Ini merupakan sejarah baru di dunia open bidding ASN, Kabupaten Bekasi tanpa malu-malu mengakui betapa rendahnya kualitas SDM para ASN dilingkungan Kabupaten Bekasi dengan pengumuman Pansel itu kepada publik. Tidak ada yang lolos karena dibawah passing grade. Luar biasa,” jelas Meggi

Kantor Pemda Kabupaten Bekasi

Lebih jauh Meggi menilai, Bekasi Baru Bekasi Bersih mustahil akan terwujud dengan cara-cara lama yang kotor, sehingga patut dan dapat diduga ada kepentingan terselubung (vested interest), sehingga berani mengambil putusan yang tidak populer itu.

“Sejauh mana pengawasan KASN tentang Pansel Jabatan di Kabupaten Bekasi? Sehingga wajar jika publik menduga ada persengkokolan KASN dalam pembentukan Pansel yang dinilai tidak transparan dan akuntabilitasnya diragukan,” ungkap Meggi.

Karena tambah Meggi, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.11 tahun 2017 tentang Manajemen  Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak ada kaitan dengan passing grade melainkan yang ada pilih 3 terbaik untuk selanjutnya dipilih PPK.

“Jangan karena ada politik atur-atur jabatan sesuai permintaan atau selera lalu membentuk Pansel illegal tanpa dasar hukum yang jelas lalu mengeluarkan pernyataan melecehkan SDM para ASN Kabupaten Bekasi dengan bahasa tidak ada yang lolos karena dibawah passing grade. Ini tragis,” pungkas Meggi. (Mul/Indra)

Comments

comments