Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Entertainment » Rekam jejak Aktivis & Komisioner KPAI Erlinda, M.Pd
  • Follow Us!

Rekam jejak Aktivis & Komisioner KPAI Erlinda, M.Pd 

ERLINDA adalah salah satu perempuan penggerak pemberdayaan keluarga di Syarikat Islam sejak tahun 1999. Mengamati rekam jejak advokasi kasus kekerasan pada anak khususnya kekerasan seksual seperti yang terjadi di Jakarta Internasional School dapat dijadikan contoh oleh para aktivis dan pemangku kebijakan.

Dengan mengedepankan koordinasi dan sinergitas antar Kementerian/ Lembaga serta sikap tegas dalam mengambil suatu keputusan, merupakan suatu strategi yang efektif dalam melakukan suatu advokasi regulasi ataupun kasus.

Erlinda memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi seperti TV, media cetak/online sebagai salah satu strategi mengedukasi serta sosialisasi perlindungan anak, sehingga menjadikan lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dipercaya ditengah masyarakat.

Sosok Erlinda menjadi tokoh perempuan peduli pada anak yang menjadikannya sebagai perempuan berpengaruh/pembentuk opini oleh masyarakat seperti yang dilansir di media online Metrotvnews berjudul “Menteri Susi Perempuan Paling Berpengaruh 2016” dan Erlina masuk pada urutan ke-14.

erKetua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2013-2015, DR. Hamdan Zoelva, SH, MH mengungkapkan, harapannya kepada Komisioner KPAI yang nantinya terpilih, merupakan sosok yang mempunyai integritas, dedikasi serta visi yang mampu menjawab tantangan kejahatan di dunia tanpa batas (Cyber Crime) serta dinamika perlindungan anak di era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan TI dan Media Sosial.

“Saya yakin Erlinda adalah salah seorang sosok yang dapat dipercaya untuk memegang amanah itu,” ungkapnya singkat, Minggu (18/12/2016).

Jejak Karir Erlinda

ERLINDA mengawali aktivis sosial sejak SMA. Dia terlibat di berbagai kegiatan kemanusiaan. PMR, Pramuka, dan Paskibraka. Saat itu dia banyak blusukan ke daerah-daerah membantu masyarakat kampung. Saat mahasiswa dia bergabung di salah satu organisasi perempuan, Wanita Syarikat Islam dan menjadi Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Saat itulah dia lebih fokus ke aksi sosial anak dan perempuan. Dia juga menangani kasus anak-anak jalanan dan anak terlantar yang meninggal akibat kehidupan yang keras. Dengan Kerjasama dengan Kementerian Sosial (Kemensos), pihaknya menciptkan tempat dan lingkungan yang ramah anak yang sangat jarang ada di Indonesia.

IMG_20160316_122349Erlinda bergabung KPAI sejak 2011. Namun dalam kapasistasnya sebagai volunteer atau relawan. Hingga pada bulan Juli tahun 2013 mulai masuk tahap pencalonan Komisioner KPAI. Kerja di dunia sepeti ini Erlinda sering mendapat ancaman secara halus hingga kasar terutama ketika menangani kasus JIS (Jakarta International School), tapi dia terus maju tanpa menyerah untuk menangani kasus kekerasan anak di Indonesia.

Erlinda berkiprah di KPAI benar-benar mendapat support penuh dari suami. Tidak hanya di support tenaga, pikiran, dorongan moral, tetapi juga di support secara materi oleh sang suami tercinta dan dukungan kedua anaknya. Palembang, 11 Maret 1978. Kak Erlin demikian ia disapa, saat ini dipercaya sebagai Sekretaris KPAI periode 2014-2017.

Manager Officer sekaligus dosen di Smart Investment Institute ini telah lama sudah tergabung dengan beberapa organisasi yang konsen terhadap isu-isu anak, diantaranya di Satuan Tugas Perlindungan Anak, dan Pos Advokasi dan Kepedulian Pada Anak (PAKTA).

IMG_20160125_101302Aktivis Wanita Syarikat Islam ini ditunjuk menjadi komisioner KPAI yang bertanggung jawab di bidang pengasuhan mengatakan bahwa masalah pokok perlindungan anak bidang pengasuhan didominasi oleh kasus-kasus yang berakar dari kerentanan keluarga baik rentan secara ekonomi, sosial, kemasyarakatan dan religiusitas keagamaan.

Kiprahnya di dunia pendidikan sudah banyak menorehkan prestasi, salah satunya yaitu di bidang penelitian yang mendapatkan 4 penghargaan pada kompetisi “Thinkquest International Competition 2011” pemenang juara ke-4 dan 5 dari 180 negara di seluruh dunia yang diselenggarakan Juli 2011 dengan judul penelitian “Bhioplastic for Building Plastic Waste Community”.

Prestasi yang lainnya yaitu pemenang peringkat ke-3 nasional pada kompetisi “Jakarta of My Dream Contest” yang diselenggarakan pihak Dinas Pendidikan Prov. DKI yang diikuti oleh 857 peserta dari 33 propinsi diseluruh Indonesia dengan judul penelitian “Electronic Gadget, Biggest Friend or Biggest Enemy” yang melibatkan peserta didik dari SMPN 49 Jakarta, penghargaan lainnya yaitu didapattkan dari Oracle Academy sebagai Coach terbaik “Project Learning Institute”.

sekjen-kpai-erlinda-21Magister Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang disematkan sebagai wisudawan terbaik dan mendapat predikat Cumlaude ini menuturkan bahwa keluarga sebagai lingkungan terdekat bagi anak sangat menentukan masa depan anak, kerapuhan keluarga menjadi faktor yang dominan terhadap kompleksitas permasalahan anak. Anak berada di jalanan, anak ditelantarkan dan anak tidak mendapatkan pengasuhan terbaik, terjadi karena rapuhnya pondasi keluarga.

Menurut wanita yang berparas cantik jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STIP) di Jerman ini ketika pernah berbincang dengan Beritaekspres.com beberapa waktu lalu mengatakan, konsep dasar pengasuhan anak menitik beratkan pada kemampuan lingkungan untuk menjaga tumbuh kembang anak secara optimal melalui tiga pendekatan yakni, asah, asih dan asuh.

Anak membutuhkan stimulasi mental (asah) yang menjadi cikal bakal dalam proses belajar (pendidikan dan pelatihan), perkembangan psikososial, kecerdasan, keterampilan, kemandirian, kreativitas, moral, kepribadian dan produktivitas.

pelaku-pedofil-diperiksa“Kebutuhan akan kasih sayang (asih) dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat (bounding) dan kepercayaan dasar (basic trust) antara anak dan orang tua. Kebutuhan fisik biomedis (asuh) meliputi pangan, gizi dan pemenuhan kebutuhan dasar anak,” terangnya.

Diketahui saat ini, Erlinda sedang mengkampanyekan program “Stop Kekerasan Pada Anak dan Menyerukan Mendidik Anak Dengan Cinta dan Kelembutan”. Untuk itu diperlukan langkah kongrit berupa kebijakan, strategi, dan program yang terstruktur dan pelaksanaannya dilakukan secara bersama (masif), terintegrasi, terpadu, intensif dan berkesinambungan dengan mengedepankan kepentingan terbaik anak.

20160326314Ditandaskan Erlinda, dalam menciptakan anak-anak unggul, berkarakter, mandiri dan mempunyai daya juang yang tangguh pada dasarnya tidak akan tumbuh dengan sendirinya, mereka memerlukan lingkungan subur yang diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi mereka dapat tumbuh secara optimal. Dalam hal ini orangtua, guru, pemerintah, masyarakat dan stake holder memainkan peranannya yang sangat penting,” katanya.

Banyak pihak yang bertanya atas kepindahannya, apakah Erlinda masih akan menjadi bintang dalam perjuangannya memberikan perlindungan anak Indonesia setelah sebelumnya, posisinya sempat bergeser sebagai Sekjen KPAI Pusat? Ataukah Erlinda akan menjadi vakum dan tidak lagi mengebrak dan hanya melaksanakan pungsinya sebagai sosialisasi. Media pun, pastinya akan merasa kehilangan sosok seorang wanita yang aktif dalam perjuangan anak Indonesia dari kekerasan (Aprilia Awaluddin/Indra)

Comments

comments