Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Februari 23, 2020
Halaman Home » Megapolitan » Pimred Majalah Sudut Pandang Lulus UKW Tingkat Madya
  • Follow Us!

Pimred Majalah Sudut Pandang Lulus UKW Tingkat Madya 

BERITA JAKARTAPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-45 yang diikuti sebanyak 22 peserta resmi ditutup, Kamis (16/1/2020) siang. Ke-22 peserta diuji ketrampilan, pengetahuan dan pemahaman sebagai wartawan selama dua hari berturut turut.

Berdasarkan hasil yang pengumuman Sekretaris Umum PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo dari 22 peserta, 21 diantaranya dinyatakan lulus sebagai wartawan kompeten.

“Untuk yang belum kompeten jangan putus asa, karena masih ada kesempatan mengulang, tapi tunggu enam bulan ke depan,” terang Kesit di Kantor Sekretariat PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya Lt. 9 Jalan Soeryo Pranoto No.c8 Harmoni, Jakarta Pusat.

Menurut Kesit, yang populer sebagai pengamat sepak bola ini, UKW angkatan ke-45 terbagi empat kelas muda dan satu kelas utama. Dua pendaftar dari kelas muda mengundurkan diri, sehingga total 22 peserta yang tersisa.

Dalam kesempatan itu, Anisa dari Warta Ekonomi mengaku jadi mengetahui betapa pentingnya uji kompetensi wartawan atau UKW.

“Dilapangan wartawan kurang paham. Saya tidak tahu ada UKW-nya. Kalau kata Bang Naek, UKW seperti SIM-lah, di lapangan ada lisensinya. Saya merasa bangga bisa ikut UKW. Alhamdulillah lulus jadi wartawan kompeten,” ungkap peserta kelas muda ini yang akrab disapa Juju.

Hal senada juga diutarakan Umi Syarifah, peserta kelas utama dari majalah Sudut Pandang. Ia merasa terpacu untuk berkembang lebih baik setelah mengikuti UKW ini.

“Umur saya sudah tua, masa kita sebagai media terbilang baru kalah dengan yang lain. Apalagi kesempatan yang diberikan Pak Sayid (Ketua PWI Jaya) yang terus memacu saya agar maju. Penguji Pak Aat, saya bangga, ia motivator yang bagus,” kata Umi.

Empat peserta ujian kategori utama, yakni Ridwan Demak, Umi Sjarifah, Widya Victoria, dan Alex Subhan, akan memperoleh sertifikasi Wartawan Utama.

Penguji mereka adalah Aat Surya Safaat. Sedangkan Peserta kelas muda yang lain, Wijoyo Hartono meski sudah cukup sepuh usianya tak merasa minder. Menurut dia, umumnya media massa mainstream tidak menganggap penting UKW.

“Mereka punya iman sendirinya. Ke sini kembali ke nol, belajar lagi. Saya sudah puluhan tahun berprofesi wartawan, apa sih yang didapat di sini? 10 modul ujian sebetulnya bisa dibikin kursus-kursus jurnalistik dengan modal seperti itu,” ujar Toni, akrab disapa, yang berpengalaman sebagai Redaktur Pelaksana di Jawa Pos

Sementara itu, Direktur UKW PWI Pusat, Prof. Rajab Ritonga menekankan pentingnya wartawan memiliki kompetensi. Pasalnya, menurut Rajab, sertifikat kompetensi ini atribut diri sebagai jurnalis.

“Ini soal legitimasi. Pola kerjanya wartawan 5W plus 1H, segitiga terbalik, piramida terbalik. Kompetensi tidak bisa terbalik, piramidanya harus utuh. Dasarnya keterampilan bisa melakukan riset. Di level tengah, dia harus punya pengetahuan, senang membaca, rasa ingin tahunya tinggi. Paling tinggi lagi kesadaran etika, hukum dan jejaring,” jelasnya Rajab.

“Mulai tahun 2019 ditutup pintu percepatan, tidak boleh lagi lompat. Jadi syarat wartawan muda harus satu tahun dulu di lapangan, setelah lulus dua tahun bisa lanjut madya. Berarti untuk utama minimal lima tahun,” papar penguji kelas muda pada UKW PWI Jaya.

Ke depan, lanjut Rajab, ada lagi wacana penerapan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk wartawan.

“Tapi masih wacana, fotonya Garuda Pancasila. Kalau ini (Sertifikat UKW) logo Dewan Pers. Dengan sertifikat BNSP bisa bekerja di luar negeri, Malaysia. UKW masih standar nasional, Dewan Pers,” jelasnya. 

Sementara itu, Kamsul Hasan yang juga sebagai penguji menyampaikan selamat kepada peserta yang belum kompeten.

“Kenapa selamat? Karena Anda tidak menjadi sasaran penelitian mahasiswa tingkat akhir. Dasar penelitian dia, buka situs Dewan Pers, dicari yang sudah lulus Uji Kompetensi Wartawan, karya jurnalistiknya diuji,” ucap Kamsul yang kerap dijadikan ahli dan saksi pers.

Sehingga, pesan Kamsul yang juga Akademisi ini, untuk 21 peserta yang lulus UKW kali ini agar tidak mempermalukan lembaga uji dan diri sendiri.

“Dengan menyampaikan permohonan maaf, kalau ada kekeliruan dalam proses pengujian ini, saya minta maaf. Dengan mengucapkan terima kasih, Uji Kompetensi Wartawan Angkatan ke-45 PWI Jaya saya nyatakan secara resmi ditutup,” pungkasnya. (Bambang)

Comments

comments