Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Peristiwa » Lari Dua Putaran, Calon Taruna Poltekip Tewas Kelelahan
  • Follow Us!

Lari Dua Putaran, Calon Taruna Poltekip Tewas Kelelahan 

BERITA JAKARTA – Diduga kelelahan, seorang calon taruna angkatan 54 Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) yang bernaung dibawah Kementerian Hukum dan HAM, meninggal dunia, usai mengikuti kegiatan lari, Jumat (29/11/2019) sore. 

Rizky Adi, pemuda asal Cilacap, Jawa Tengah ini, langsung terkapar setelah melaksanakan lari dua putaran di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Gandul, Depok, Jawa Barat.

Plt. BPSDM, Mien Usihen membantah, jika Rizky meninggal akibat adanya kekerasan fisik maupun kelelahan. Pemuda berusia 21 tahun itu, dalam kondisi sakit saat mengikuti kegiatan.

“Kalau kelelahan tidak, karena bertepatan hari Jumat dan jadwalnya relatif lebih longgar, karena lebih banyak pengarahan dari pada kegiatan fisik,” terangnya, Sabtu (30/11/2019).

Diungkapkannya, tewasnya Rizky terjadi saat seluruh calon taruna melaksanakan kegiatan lari sore. Namun sebelum melaksanakan kegiatan lari, pembina sudah dihimbau bagi yang sakit atau tidak sanggup mengikuti kegiatan dapat memisahkan diri.

“Saat itu yang memisahkan diri hanya dua calon taruna, atas nama Nur Jannah dan Putri. Sementara, Rizky tidak memisahkan diri,” jelasnya.

Setelah itu sambung Mien, proses lari diakhirnya dimulai setelah hanya dua taruna yang memisahkan diri dengan dilakukan pemanasan terlebih dahulu. Seluruh, peserta taruna melaksanakan lari dua putaran keliling di area BPSDM dan dilanjutkan pendinginan.

“Saat itulah korban mengeluh pandangannya buram atau berkunang-kunang dan lunglai tidak sadarkan diri,” katanya.

Rizky pun, kemudian mendapat pertolongan yang diberikan dokter dan perawat di BPSDM. Kondisi korban semakin menurun, sehingga Rizky dibawa ke IGD Rumah Sakit (RS) Prikasih Pondok Labu, Depok, dalam keadaan koma.

“Namun pada Jumat 29 November 2019 malam sekitar pukul 21.50 WIB, korban menghembuskan nafas terakhir,” imbuhnya.

Mien mengaku, pihaknya tidak mengetahui apakah Rizky memiliki riwayat penyakit tertentu atau tidak. Sebab, informasi dari surat keterangan kesehatan yang dilampirkan pada saat penerimaan, disebutkan korban dalam keadaan sehat.

“Cuma memang surat kesehatan yang menjadi persyaratan penerimaan kemarin tidak detail, tidak sampai pemeriksaan jantung,” sambungnya.

Sehingga lanjut Mien, pihaknya tidak bisa memastikan apakah Rizky sudah ada sakit atau mengidap suatu penyakit sebelumnya. Terlebih lagi, Rizky merupakan Catar Poltekip angkatan 54 yang lolos seleksi bersama 309 orang Catar lainnya pada penerimaan tahun 2019. 

Tewasnya Rizky menambah daftar tewasnya taruna di Kementerian Hukum dan HAM. Karena sebelumnya, Sabtu 19 Oktober 2019 atau bulan lalu, siswa taruna Politeknik Imigrasi (Poltekim) juga tewas.

Korban Yonathan Nicholas Manullang yang diketahui mengidap penyakit jantung menghembuskan nafas terakhirnya usai disiksa sang senior yang memintanya terus berlari meski tak melakukan kesalahan. (Stave)

Comments

comments