Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Ke Bekasi, Nadiem Ajak Guru Lakukan Reformasi Pendidikan
  • Follow Us!

Ke Bekasi, Nadiem Ajak Guru Lakukan Reformasi Pendidikan 

BERITA BEKASI – Tercatat lebih dari 37.756 guru dari seluruh penjuru Tanah Air, hadir memadati Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memperingati Puncak Hari Guru Nasional Tahun 2019 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 PGRI, Sabtu (30/11/2019).

Tampak hadir dijajaran VIP, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengajak kepada seluruh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk melakukan gerakan reformasi pendidikan.

Menurut Nadiem, saat ini untuk menuju reformasi pendidikan di Indonesia sangat rumit, karena harus melewati banyak jenjang Pemerintahan.

Pihaknya berkomitmen dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut.

“Masalah tersebut adalah PR yang berat. Agar kami melaksanakan ini dengan baik, tersetruktur dengan planing yang baik,” kata Nadiem.

Kami sambung Nadiem, diatas akan terus bergerak untuk menyederhanakan berbagai macam aturan, administrasi, kurikulum dan assesment. “Didukung dari atas, tetapi juga harus digerakan dari bawah,” katanya.

Semua hal itu lanjut Nadiem, tidak akan tercipta jika semua guru tidak bergerak untuk melakukan reformasi pendidikan.

“Saya mengajak, bapak-bapak, ibu-ibu di berbagai jenjang Pemerintahan untuk memberikan kepercayaan kepada guru. Agar siswa-siswi kita menjadi SDM yang unggul, sehingga kita bisa menang dipanggung dunia,” imbuhnya.

Berbanding lurus dengan hal itu, Nadiem mengatakan, kesejahteraan untuk guru di seluruh Indonesia juga akan menjadi fokusnya. Apresiasi pun diberikannya kepada PGRI yang telah memperjuangkan kesejahteraan guru selama ini.

Sementara itu, Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi mengungkapkan, pada puncak peringatan ini, PGRI sebagai organisasi profesi adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Pendidikan Nasional.

“Dimomen ulang tahun ini, PGRI menyampaikan penghargaan dan apresiasi terhadap visi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden, K.H Ma’ruf Amin. Yakni, SDM maju, Indonesia Unggul!,” ucapnya.

Visi Presiden ini kata Unifah, kami maknai sebagai pentingnya pendidikan dalam memajukan Bangsa ditengah kancah global. “Meletakan Pendidikan dalam Pendidikan, berarti menghargai keutamaan Guru,” tambahnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, sekaligus dilakukan penyerahan Anugerah. Anugerah Dwija Praja Nugraha dan Anugerah Satyalencana.

Anugerah itu, diberikan kepada guru yang telah berhasil memenangkan lomba. Diantaranya, lomba menulis opini, non-fiksi.

Selain itu kata Unifah, pemilihan guru inspiratif yang telah ditetapkan melalui Surat Ketetapan Presiden tentang Penganugerahan Satyalencana.

Anugerah diberikan kepada Guru dan Bupati atau Wali Kota seluruh Indonesia yang diserahkan langsung oleh Mendikbud, Nadiem Makarim.

Berbagai pertunjukan, diprakarsai oleh tuan rumah Kabupaten Bekasi. Diantaranya, paduan suara dari gabungan antara unsur guru dan murid serta pertunjukan tari kolosal Kembang Ronce yang dilakukan 1200 siswa, guru dan penggiat seni.

Masih dalam rangkaian acara, pembacaan ikrar guru yang dibacakan langsung oleh Endan Setiaganda sebagai perwakilan guru Kabupaten Bekasi. (De/Mul)

Comments

comments