Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Januari 28, 2020
Halaman Home » Nasional » Tim Intel Kejagung Bekuk Buronan Koruptor Rp24 Miliar
  • Follow Us!

Tim Intel Kejagung Bekuk Buronan Koruptor Rp24 Miliar 

BERITA JAKARTA – Lima tahun buron, Managing Direktur PT. Kolakan Mining Internasional (KMI), Atto Sakmiwata Sampetoding, akhirnya, berhasil dibekuk Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) saat tengah berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Rabu (20/11/2019).

Atto Sakmiwata Sampetoding, merupakan terpidana koruptor Rp24 miliar yang sudah divonis hukuman 5 tahun penjara yang diamankan sekitar pukul 21.00 waktu setempat di Bandara Internasional Kuala Lumpur saat ditolak masuk ke wilayah Malaysia oleh otoritas yang berwenang.

“Terpidana diamankan di Bandara Internasional Kuala Lumpur saat ditolak masuk ke wilayah Malaysia oleh otoritas yang berwenang,” kata Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Dr. Sunarta dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Kasus yang menjerat, Atto, bermula saat perusahaannya mengekspor nikel ke China dalam bentuk bahan mentah sebanyak 222 ribu MT dengan harga Rp78 miliar pada 2010.

Penjualan nikel itu atas perjanjian jual beli dirinya dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka, sehingga seolah-olah merupakan peristiwa keperdataan biasa.

Belakangan terjadi selisih harga sebesar Rp24 miliar yang dinikmati Atto. Jaksa mencium gelagat tidak baik dari transaksi tersebut dan menggelar penyidikan ekspor nikel yang dikeruk dari bumi Sulawesi itu.

Atas perbuatan tersebut, Atto dihukum pidana penjara selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp500 juta serta dibebani membayar uang pengganti sebanyak Rp24,1 miliar.

Namun saat, hendak dieksekusi pada 2014, Atto melarikan diri dan menghilang bak ditelan bumi. Pada Rabu 20 November 2019 malam, Jaksa mendapatkan telepon bila Atto tertahan oleh otoritas Malaysia.

Mendapat kabar itu, Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung langsung bergerak cepat dan langsung berangkat ke Malaysia untuk menjemput Atto.

Pria berusia 60 tahun itu, kemudian diserahkan pihak otoritas Malaysia kepada Tim Kejaksaan Agung untuk dipulangkan ke Indonesia.

“Ini berkat koordinasi yang baik antara Kejaksaan RI, Atase Imigrasi serta Atase Kepolisia KBRI Kuala Lumpur dengan otoritas yang berwenang di Malaysia,” pungkasnya. (Syam/Bambang)

Comments

comments