Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Hukum » KPK Jadwalkan Periksa Eks Mendagri Gamawan Fauzi
  • Follow Us!

KPK Jadwalkan Periksa Eks Mendagri Gamawan Fauzi 

BERITA JAKARTATim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Senin (18/11/2019).

Gamawan bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kampus IPDN di Minahasa, Sulawesi Utara yang menjerat mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Dudy Jocom.

“Yang bersangkutan (Gamawan Fauzi) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudy Jocom),” kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (18/11/2019).

Selain Gamawan Fauzi, tim penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa staf PT. Hutama Karya, Hari Prasojo.

Tim penyidik membutuhkan keterangan Hari Prasojo untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Dudy Jocom terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kampus IPDN di Rokan Hilir, Riau.

Diketahui, KPK kembali menetapkan mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Dudy Jocom sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan dua gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dudy menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan kampus IPDN di Minahasa, Sulawesi Utara tahun anggaran 2011.

Selain Dudy Jocom, dalam kasus ini, KPK juga menjerat Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT. Waskita Karya Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT. Adhi Karya Dono Purwoko sebagai tersangka.

Pada 2010, Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor dan menyampaikan akan ada proyek IPDN.

Sebelum lelang dilakukan, telah disepakati pembagian proyek, yakni proyek IPDN di Sulawesi Selatan dikerjakan Waskita Karya sementara PT Adhi Karya menggarap proyek IPDN di Sulawesi Utara.

Diduga, terkait pembagian proyek ini, Dudy Jocom dan kawan-kawan meminta fee 7 persen. Dari kedua proyek tersebut negara mengalami kerugian Rp21 miliar.

Nilai kerugian tersebut dihitung berdasarkan kekurangan pekerjaan pada kedua proyek tersebut. Proyek IPDN Sulawesi Selatan sekitar Rp11,18 miliar dan proyek kampus IPDN di Sulawesi Utara Rp9,378 miliar.

Sebelumnya, KPK juga sudah menjerat Dudy Jocom terkait dugaan korupsi dalam dua proyek pembangunan kampus IPDN lainnya, yakni di Agam Sumatera Barat dan kampus IPDN tahap II di Rokan Hilir Provinsi Riau.

Sumber: Suara Pembaruan

Comments

comments