Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Desember 6, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Anak Ditahan Polisi, Bupati Majalengka Hormati Proses Hukum
  • Follow Us!

Anak Ditahan Polisi, Bupati Majalengka Hormati Proses Hukum 

BERITA MAJALENGKA – Bupati Majalengka Karna Sobahi meminta maaf terkait kasus yang menjerat anaknya, Irfan Nur Alam. Karna, menyerahkan sepenuhnya proses kasus tersebut ke kepolisian.

“Jadi peristiwa yang menimpa anak saya dan keluarga, saya pandang dan maknai sebagai ujian dan peringatan agar saya dan keluarga memperbaiki diri dan tentu ibadah kami harus lebih ditingkatkan,” kata Karna dalam rilis kepada awak media, Senin (18/11/2019).

Kita harus menghargai proses hukum. Hal itu dibuktikan dengan sikap Irfan yang kooperatif selama menjalani pemeriksaan hingga penahanan.

“Sebagai warga negara saya harus taat hukum, menghormati dan menghargai hukum. Saya tidak melawan hukum, karena saya tidak mempunyai kekuatan untuk itu,” katanya.

Karna mengaku, lebih memilih keselamatan anaknya dibandingkan jabatan yang ia miliki saat ini. Sebab, kata dia, Irfan merupakan darah dagingnya yang harus ia bela dalam kondisi apapun.

Kasus yang menjerat Irfan membuat Karna semakin sadar dalam memaknai roda kehidupan.

“Manakala diberikan alternatif untuk memilih posisi Bupati, Ketua Partai atau keselamatan anak? Jawab saya dan keluarga pasti mutlak akan memilih keselamatan Irfan,” ungkapnya.

“Jabatan hanyalah lintasan sementara, usia saya sudah 66 nampaknya saya harus lebih sadar tentang makna kehidupan,” tambah Karna.

Sebelumnya, Polres Majalengka menetapkan dan menahan Irfan Nur Alam terkait kasus penembakan terhadap Panji Pamungkasandi.

Irfan yang juga PNS atau ASN di Pemkab Majalengka ditahan sejak Sabtu 16 November 2019 dini hari. Sebelum ditahan, Irfan sempat menjalani pemeriksaan selama 9 jam. (Stave)

Comments

comments