Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 12, 2019
Halaman Home » Megapolitan » Polisi Bekuk, Tukang Servis AC Pelaku Penyiraman Air Keras
  • Follow Us!

Polisi Bekuk, Tukang Servis AC Pelaku Penyiraman Air Keras 

BERITA JAKARTA – Jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ) membekuk satu pelaku penyiraman air keras berinisial FY (29) yang kerap melakukan aksinya di Kawasan Kebon Jeruk dan Srengseng, Jakarta Barat.

Kepada awak media, Panit 2 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Adi mengatakan, pelaku melakukan aksinya ditiga lokasi berbeda di Srengseng, Meruya dan Kebon Jeruk. Dalam kasus ini, lima orang perempuan berinisial AE (16), PW (16), S (59), ES (19) dan SAA (19) menjadi korban.

“FY ditangkap pada Jumat 15 November 2019, sekira pukul 18.30 WIB, tak jauh dari Gang Mawar, Srengseng Barat,” ujar Adi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (16/11/2019).

Dijelaskan Adi, pelaku berprofesi sebagai tukang reparasi AC. Biasanya ia mencari korban secara berkeliling, sejalur saat ia berangkat kerja dari rumahnya di Kawasan Ciledug Tangerang ke tempat kerjanya di Kawasan Meruya Jakbar.

“Jadi pelaku menyiramkan soda api ke korbannya. Sedangkan soda api tersebut didapatnya saat membeli perlengkapan saat untuk membersihkan AC,” tuturnya.

Ditempat yang sama, tim Puslabfor Bareskrim Kombes Pol Andi Firdaus didampingi AKBP Heru Purnomo Humas Polda Metro Jaya mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP ditiga lokasi berbeda.

Hasilnya pihaknya menemukan bahan yang digunakan untuk menyiram korban identik. “Kita temukan sejenis soda api atau Natrium Hidrosikda di tiga lokasi penyiraman tersebut,” ujarnya.

Andi juga menjelaskan, akibat dari penyiraman tersebut kulit korban mengalami iritasi. Namun beruntung kandungan konsentrat di soda api tersebut tidak terlalu tinggi.

“Dia gunakan soda api yang kadarnya tidak terlalu tinggi, sehingga tidak sampai melepuh,” pungkas.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 juncto Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 dan atau Pasal 351 ayat 2 dan atau Pasal 372 KUHP, dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (Yon)

Comments

comments