Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Desember 12, 2019
Halaman Home » Ragam » BorMar Perlu Didukung Agar Diakui Dunia Internasional
  • Follow Us!

BorMar Perlu Didukung Agar Diakui Dunia Internasional 

BERITA MAGELANG – Berbagai pihak memberikan komitmennya untuk terus membantu even lari Borobudur Marathon, agar terus bergulir dan menjadi kebanggaan bukan hanya untuk Jawa Tengah, namun Indonesia. Bahkan, siap nyengkuyung agar BorMar melesat ke orbit lari dunia.

Bank Jateng sebagai main sponsor kegiatan itu, secara tegas berkomitmen untuk mengawal lomba lari Internasional, karena selama ini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Selama kami dipercaya, tentu saja kami sebagai bank-nya wong Jateng tetap berkomitmen membantu penyelenggaraan Borobudur Marathon,” ujar Dirut Bank Jateng Supriyatno dalam konferensi pers jelang pelaksanaan BorMar 2019 di Hotel Artos, Magelang, Sabtu (16/12019).

Event ini sambungnya, telah menggerakkan ekonomi rakyat melalui UMKM dan homestay. Kedepan, kami ingin Borobudur Marathon bukan lagi sebagai idealisme Bank Jateng, tapi juga menjadikan even ini sebagai kebanggaan nasional dan diakui dunia,’’ katanya.

Diketahui, sebanyak 10.900 pelari akan bersaing di BorMar yang akan dilepas Minggu 17 November 2019 pagi dari Taman Lumbini Candi Borobudur. Peserta dibagi menjadi tiga kategori yaitu 10 K, half marathon, dan full marathon. 

Sebelum pelaksanaan lomba pada, Sabtu 16 November 2019 ini juga diadakan Friendship Run, lomba lari fun yang dimeriahkan oleh komunitas lari, unsur pemerintah, sponsor dan keluarga pelari.

Gubernur Jawa Tengah yang diwakili Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jateng, Sinoeng N Rachmadi mengaku, bahwa BorMar sangat layak didukung, karena menciptakan dampak positif dari berbagai sisi.

‘’Saya tak setuju dengan istilah perekonomian menggeliat karena identik dengan statis. Tapi BorMar telah menumbuhkan perekonomian warga. Terus tumbuh, dan tumbuh terus. Perputaran uang yang dibelanjakan juga naik secara signifikan di Borobudur Marathon,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie An juga mengakui, tanpa kolaborasi bersama semua elemen, BorMar tidak bisa berkembang. Kedepan, dia ingin mendapat dukungan agar lebih baik lagi. 

’’Kami berterima kasih kepada Pemprov, penyelenggara, Bank Jateng, sponsor, media, masyarakat, keamanan, dinas kesehatan dan peserta yang turut bekerja membesarkan Borobudur Marathon,’’ tambahnya.

Chie An merasa bermimpi, entah kapan BorMar setara dengan Tokyo atau London Marathon yang hanya menggelar satu nomor saja yaitu maraton.

‘’Butuh persiapan yang matang, mungkin satu-dua tahun ini belum. Tapi angan-angan saja, hanya satu nomor maraton,’’ ujarnya.

Ditambahkan Budiman Tanuredjo dari penyelenggara, meminta peserta untuk mengukur diri sebelum lomba. “Best personal atau catatan waktu pribadi itu penting, tapi keselamatan jiwa lebih penting,” pungkasnya. (Nining)

Comments

comments