Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Desember 13, 2019
Halaman Home » Ekonomi Bisnis » Pengelola Homestay: Bormar 2019 Jateng Dongkrak Ekonomi Warga
  • Follow Us!

Pengelola Homestay: Bormar 2019 Jateng Dongkrak Ekonomi Warga 

BERITA MAGELANG – Penyelenggaraan lomba lari Internasional Borobudur Marathon (Bormar) diakui warga dapat menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata Candi Borobudur, Jawa Tengah. 

Jauh hari sebelum pelaksanaan Bormar 2019 yang akan berlangsung pada Minggu 17 November 2019 mendatang, semua homestay di Magelang sudah fully booked.

Pihak pengelola Homestay Halal Desa Bahasa di Dusun Parakan, Desa Ngargogondo, Hani Sutrisno mengaku, kamar-kamar di penginapannya sudah dipesan untuk momentum Borobudur Marathon sejak Agustus lalu.

”Kalau tidak salah, begitu slot peserta Borobudur Marathon ditutup, tiga hari kemudian kamar di Homestay kami yang berjumlah sekitar 60 langsung habis dipesan,” kata Hani kepada Beritaekepres.com, Rabu (13/11/2019).

Kebetulan sambung Hani, kami tengah promo. Waktu itu yang harga Rp800 ribu menjadi Rp600 ribu per-malam, yang Rp600 ribu jadi Rp500 ribu. 

“Bukan hanya kami yang bergembira, Homestay di sekitar Borobudur juga penuh,” ujar pelopor Desa Bahasa yang mengedukasi masyarakat untuk belajar bahasa Inggris tersebut.

Hani pun mendorong warga untuk menciptakan pelayanan Homestay rasa hotel. Artinya, baik pelayanan dan fasilitas yang ditawarkan sekelas hotel agar tamu merasa nyaman dan kerasan.

Diakuinya, Bormar memang membawa kemaslahatan bagi warga Magelang, mulai dari ojol, ojek offline, pedagang, pelaku pariwisata, penjual kuliner dan pengelola Homestay.

“Event ini merupakan momentum baik yang memberikan stimulus bagus bagi warga Magelang, khususnya yang mengelola penginapan. Jika saya diberi uang Rp10 juta untuk mengatakan hal negatif tentang Borobudur Marathon, saya tidak mau, karena memang pada realitasnya sangat membantu ekonomi warga,” ungkapnya.

Terkait dengan Bormar, dia sangat mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang ikut menginisiasi tumbuhnya homestay-homestay baru, mengingat daya jual Borobudur sangat tinggi.

”Berdasarkan informasi teman di Yogyakarta, ada 3.000 orang lebih yang menginap di hotel-hotel di sana setiap ada Borobudur Marathon. Bukan Yogya-nya yang salah, tapi Magelang memang belum mempunya banyak hotel. Ini menjadi tantangan untuk Pemkab,” imbuhnya.

Sementara itu, staf marketing Homestay Halal, Nur Aziz menambahkan, pihaknya menyediakan tipe kamar yang bervariasi untuk tamu. Dia mencontoh dari kelas capsul dormitory seharga Rp100 ribu, hingga kamar family Rp800 ribu terisi untuk momen BorMar.

”Lihat, meskipun pakai ‘pring-bed’ atau dari bambu, tamu kami akan servis serasa berada di hotel berbintang,” pungkasnya. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments