Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Desember 16, 2019
Halaman Home » Kriminal » Rebut Pistol Petugas, Bandar Sabu Tewas di Dor Polisi
  • Follow Us!

Rebut Pistol Petugas, Bandar Sabu Tewas di Dor Polisi 

BERITA JAKARTA – Baru kemarin Kapolri Jendral Idham Aziz mengatakan perang terhadap bandar narkoba terus dilakukan pihak polisi. Setelah menembak mati bandar narkoba jaringan Aceh, jajaran Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kembali mengirim bandar narkoba ke neraka.

Tersangka, Sahibul Auzar tewas ditembak karena menyerang petugas menggunakan rencong untuk merebut senpi petugas saat dibawa pengembangan menunjukkan jaringannya di Kawasan Bekasi. Dari tersangka polisi menyita 112 gram shabu, 3 handphone dan dua buah timbangan elektrik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik masih melakukan pendalaman jaringan bandar narkoba tersebut. Polisi masih memburu rekan tersangka Saibul berinisial P. Tersangka P hingga kini masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi.

“Tersangka P (DPO) yang memasok narkoba kepada Saibul untul diedarkan ke jaringan di wilayah Jabodetabek. P ini biasa nongkrong di kawasan Terminal Pulogadung,” ujar Argo, Rabu (13/11/2019).

Terungkapnya bandar narkoba tersebut dari laporan masyarakat bahwa di Perumahan Palm Residence Blok AA No.02, RT01/RW11, Medan Satria, Kota Bekasi, sering digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika.

Laporan itu kemudian ditindak lanjuti Unit V Subdit I dengan melakukan pengintaian. Pada Selasa 12 November 2019 sekira pukul: 18.00 WIB, petugas membekuk tersangka Saibul di TKP dan menyita barang bukti shabu 112 gram.

Selanjutnya, tersangka Sahibul dilakukan interogasi, dan menurut pengakuannya sudah dua kali menerima pengiriman shabu dari P (DPO) untuk diedarkan diwilayah Jabodetabek. Kemudian dilakukan pengembangan saat Sahibul dibawa menunjukkan tersangka P langsung menyerang petugas menggunakan  rencong.

Ternyata kata Argo, tersangka Sahibul ini sengaja mengulur waktu dan mencari kesempatan untuk kabur atau mencari celah saat petugas lengah kemudian menyerang petugas.

“Saat di Bekasi, tersangka SA melawan dengan merebut senjata api yang dibawa petugas. Namun petugas kami lainnya tak lengah dan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur menembak SA mengenai punggung belakang,” ujar Argo.

Tersangka Sahibul, yang berhasil dilumpuhkan petugas dengan timah panas, kemudian dibawa ke RS Polri, Kramatjati, untuk dilakukan perawatan. Namun dalam perjalanan tersangka SA meninggal dunia karena kehabisan darah,” pungkasnya. (Yon)

Comments

comments