Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Desember 6, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » LSM GMBI: Pemkot Bekasi Harus Serius Sikapi Limbah PT. Prima Kemasindo
  • Follow Us!

LSM GMBI: Pemkot Bekasi Harus Serius Sikapi Limbah PT. Prima Kemasindo 

BERITA BEKASI – Ketua Investigasi LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Delvin Chaniago menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi harus serius menangani limbah PT. Prima Kemasindo (PK) yang berlokasi di Pangkalan VI, Jalan PP RT03/RW04, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Delvin, berdasarkan informasi yang didapat bahwa perusahaan yang memproduksi minuman ale-ale tersebut pernah disegel Pemerintah Kota Bekasi dengan persoalan yang sama ‘limbah’ yang sekarang pindah dan berubah nama menjadi PT. Prima Kemasindo.

“Informasi yang kita dapat begitu. Waktu itu di daerah Bakom Limus Nunggal dekat PT. Bosaeng Jaya dan masih ngontrak setatusnya. Untuk nama CV-nya ketika disegel kita ngak dapat,” ungkap Delvin kepada Beritaekspres.com, Selasa (12/11/2019).  

Oleh karena itu sambung Delvin, Pemerintah Kota Bekasi harus serius menanggani persoalan PT. Prima Kemasindo. Sebab, kalau informasi itu benar adanya perusahaan tersebut harus dicabut kembali izinnya tanpa pengecualian dan bila perlu dipidanakan.

“Artinya, perusahaan ini bandelnya luar biasa. Disegel diwilayah lain lalu dia pindah kewilayah yang baru dengan berganti nama PT dan masih berbuat hal yang sama yaitu mencemari lingkungan, sehingga merugikan masyarakat setempat,” katanya.

Selain itu lanjut Delvin, aliran atau buangan limbah cair berwarna hitam itu mengarah kepada tendon air (penampungan air) wilayah setempat yang tengah dikerjakan yang menurutnya kedepan akan merusak ekosistem air tanah yang akan berdampak pada lingkungan setempat.

“Ini perlu ada keseriusan Pemerintah dalam penanganan limbah PT. Prima Kemasindo. Apa benar boleh begitu limbah diarahkan ke tendon air yang pastinya akan mempengaruhi kualitas air tanah resapan dari limbah tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris KSM Bantar Gebang LSM GMBI, M. Sugeng menerima keluhan warga, RT01/RW03, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, karena air sumurnya tercemar limbah pabrik dan bingung mau melaporkan keadaan tersebut.

Setelah menemui Sukardi, Tim Investigasi LSM GMBI KSM Bantar Gebang mendatangi lokasi untuk mengambil sempel air karena mengeluarkan bau tak sedap berikut foto dan rekaman dilokasi dilingkungan perusahaan yang baru beroperasi selama dua tahun itu.

Tiba dilokasi, ternyata pabrik PT. Prima Kemasindo belum memiliki pembuangan limbah yang jelas, sehingga air limbah yang mengalir dari pabrik mengepol di folder air yang belum jadi, berjarak 100 meter dibelakang pabrik. Hasilnya, air hitam pekat berbau air sepiteng mulai mencemari air tanah warga sekitar. (Indra)

Comments

comments