Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 7, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Warga Keluhkan Limbah Pabrik Ale-Ale Bantar Gebang Bekasi
  • Follow Us!

Warga Keluhkan Limbah Pabrik Ale-Ale Bantar Gebang Bekasi 

BERITA BEKASI – Keberadaan pabrik PT. Prima Kemasindo (PK) yang memproduksi minuman anak-anak “ale-ale” yang berlokasi di Pangkalan VI, Jalan PP RT03/RW04, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, dampak limbah produksinya mencemari lingkungan setempat.

Kepada Beritaekspres.com, Sekretaris KSM Bantar Gebang LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), M. Sugeng mengatakan, pihaknya menerima laporan warga yang meminta pendampingan warga atas nama Sukardi (56) warga RT01/RW03, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, karena air sumurnya tercemar.

“Kita ke lokasi warga karena ada warga yang minta pendampingan, karena dia bingung mau melapor kemana terkait air sumurnya yang tercemar limbah,” terang Sugeng, Senin (11/11/2019).

Setelah kita sambung Sugeng menemui Sukardi, langsung bersama Tim Investigasi LSM GMBI KSM Bantar Gebang mendatangi lokasi untuk mengambil sempel air karena mengeluarkan bau tak sedap berikut foto dan rekaman dilokasi dilingkungan perusahaan.

“Begitu kita cek kelokasi ternyata memang pabrik itu belum memiliki pembuangan limbah, sehingga air limbahnya itu mengepol di folder air yang belum jadi, persis dibelakang pabrik. Airnya hitam pekat baunya seperti air sepiteng,” ungkapnya.

Warga disana lanjut Sugeng, sudah mulai resah dengan keberadaan limbah pabrik ale-ale yang mengepol dilingkungan wilayah warga setempat yang dampaknya mulai dirasakan sejak berdirinya PT. Prima Kemasindo tahun 2014 lalu.

“Warga sekarang buat mandi aja terpaksa pake air galon isi ulang, karena airnya sudah tidak bisa digunakan buat mandi apalagi buat kebutuhan masak. RW setempat dengan Karang Taruna juga sudah mulai melayangkan protes ke perusahaan,” jelasnya.

Ditambahkan Sugeng, kalau diperhatikan dari posisi peralon yang ada dibelakang pabrik dengan sengaja membuang limbahnya kearah lokasi folder air yang belum jadi, sehingga warga sekitar bersama LSM KSM GMBI Bantar Gebang berencana akan menuntut pihak perusahaan.

“Kalau kita lihat ada 3 peralon untuk pembuangan itu. Artinya, sengaja tidak memikirkan dampak lingkungan. Artinya juga jelas perusahaan telah melanggar ketentuan UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan lingkungan Hidup,” pungkasnya. (Indra)

Comments

comments