Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Desember 6, 2019
Halaman Home » Peristiwa » Tertidur Pulas, Bocah 10 Tahun Diperkosa Ayah Tiri di Palembang
  • Follow Us!

Tertidur Pulas, Bocah 10 Tahun Diperkosa Ayah Tiri di Palembang 

BERITA PALEMBANG – Suyan Haili (39) tega memperkosa anak tirinya sendiri, SM yang masih berusia 10 tahun. Kasus itu terbongkar setelah Suyan ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang, buntut dari pelaporan istrinya sendiri, ZB (32), Kamis (24/10/2019).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pemerkosaan itu, berlangsung dikediaman korban dan pelaku di Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Awalnya, SM sedang tertidur di kamarnya. Tiba-tiba, Suyan datang dan melancarkan aksi kejinya tersebut. Pada keesokan pagi, ZB (32) begitu terkejut mendengar cerita dari SM, bahwa dia telah diperkosa ayah tirinya. ZB lalu melaporkan kejadian itu kepada polisi, hingga pelaku akhirnya ditangkap.

Menurut Suyan, dia melakukan aksi tersebut karena tak bisa menahan hasrat. Saat melakukan aksi bejat tersebut, Suyan sempat mengancam korban.

“Saya khilaf. Waktu itu anak saya lagi tidur sama adeknya. Memang saya ancam, jadi dia takut. Baru kali ini dilakukan. Itu anak tiri saya,” kata Suyan sambil tetunduk malu.

Sementara itu, Wakil Kepala Satreskrim Polresta Palembang AKP Ginanjar Aliya Sukmana menjelaskan, pelaku ditangkap di kediamannya saat sedang bersantai.

Namun, tersangka sempat berupaya melarikan diri ketika mengetahui kedatangan polisi. “Setelah kita amankan pelaku langsung dibawa untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya,” ujar Ginanjar.

Ginanjar mengungkapkan, korban SM mengalami trauma atas perbuatan ayah tirinya tersebut. Saat ini, unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang telah memberikan pendimpangan kepada SM, agar dapat kembali pulih.

Sementara, Suyan akan dikenakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara lebih dari 7 tahun. “Pengakuan tersangka baru satu kali melakukan aksinya. Tetapi kita akan periksa kembali,” pungkas Ginanjar. (***)

Sumber: Kompas.com

Comments

comments