Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, November 13, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Pemkab Ponorogo: Wartawan Gunakan Bahasa Indonesia Baik dan Benar
  • Follow Us!

Pemkab Ponorogo: Wartawan Gunakan Bahasa Indonesia Baik dan Benar 

BERITA PONOROGO – Saat membuka penyuluhan Bahasa Indonesia bagi pelaku media massa Kabupaten Ponorogo di Aula STKIP Ponorogo, Rabu (23/10/2019), Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Endang Retno Wulandari mengucapkan terimakasih kepada Balai Bahasa Jawa Timur serta STKIP sebagai pusat Literasinya Ponorogo. 

“Terimakasih kepada Balai Bahasa Jawa Timur yang memfasilitasi dan membantu kami, masyarakat Ponorogo menyampaikan sesuatu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” kata Endang Retno Wulandari, Rabu (23/10/2019).

Dia berpesan, kepada para peserta untuk bersungguh-sungguh dan kita harus bisa menggunakan bahasa yang baik karena tutur kata mencerminkan kepribadian seseorang. 

Seperti diketahui saat ini penggunaan bahasa dan pemilihan kata yang ditulis dalam media massa terutama di wilayah Jawa Timur jauh kesempurnaan.

“Ini menjadi perhatian kami dari Balai Bahasa Jawa Timur,” tutur Mustakim selaku Kepala Balai Bahasa Jawa Timur saat memberikan materi penyuluhan. 

Penyuluhan diikuti para wartawan dari berbagai media yang ada di Kabupaten Ponorogo serta guru Bahasa Indonesia maupun media sekolah dan kampus.

“Melalui penyuluhan ini, Balai Bahasa Jawa Timur  menargetkan bahasa yang digunakan dalam media massa juga ikut meningkat kualitasnya,” terang Mustakim.

Melalui kegiatan tersebut, dia berharap pelaku media massa bisa meningkatkan wawasan bahasanya. “Sehingga, mutu penggunaan bahasa oleh media itu juga meningkat,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia berharap melalui penyuluhan ini bisa menghasilkan bahasa dan tulisan yang bermutu. “Sehingga bahasa di media benar-benar layak jadi rujukan masyarakat,” tandasnya.

Saat ini, pihaknya, juga telah melakukan pengawasan terhadap bahasa dan tulisan dalam sebuah media massa.

“Kalau ada tulisan dan bahasa yang digunakan dalam media massa itu meresahkan masyarakat, maka kami catat. Pasti akan kami gunakan sebagai materi dalam pelatihan seperti ini, supaya wartawan bisa terhindar,” pungkasnya. (Muh Nurcholis) 

Comments

comments