Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 7, 2019
Halaman Home » Internasional » Pengamat Asing: Tantangan Terbesar Jokowi Pemberantasan Korupsi
  • Follow Us!

Pengamat Asing: Tantangan Terbesar Jokowi Pemberantasan Korupsi 

BERITA TOKYOPengamat asing menilai tantangan terbesar pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua pemerintahannya adalah menghalau kekhawatiran global dan investor terkait pemberantasan korupsi.

Hal itu, terkait dengan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang telah memicu protes mahasiswa dan massa, sehingga menjadi sorotan internasional mengenai nasib pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menurut penulis dan pengamat William Pesek, pemberantasan korupsi merupakan bagian integral dari reformasi Indonesia, yang membuat kepercayaan investor global terhadap Indonesia meningkat.Salah satu tolok ukur keseriusan pemberantasan korupsi di era reformaasi adalah dengan dibentuknya KPK.

Kepercayaan investor global atas komitmen pemerintah Indonesia dalam memberantas korupsi telah membawa Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi. Hal itu terbukti dengan posisi Indonesua sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan dunia. 

Namun revisi UU KPK yang dianggap mengebiri kewenangan KPK sehingga menuai kontroversi, menimbulkan kekhawatiran investor mengenai keseriusan pemerintahan Jokowi dalam memberantas korupsi di Indonsia.

“Hal ini akan menjadi pertaruhan bagi Jokowi di periode kedua pemerintahannya, terutama untuk meyakinkan investor bahwa pemberantasan korupsi tetap menjadi prioritas pemerintahannya,” kata William Pesek, dalam tulisan yang dipublikasikan di akun Twitter-nya, Senin (21/10/2019).

Sementara Michael Vatikiotis, penulis dan pengamat Indonesia selama 30 tahun, mengatakan tantangan lain yang harus diperhatikan Jokowi adalah menegakkan demokrasi dan menjaga kestabilan keamanan, di tengah gelombang protes mahasiswa dan kerusuhan yang melanda Papua.

Menurut Michael Vatikiotis, suhu politik Indonesia yang tidak stabil akibat aksi demonstrasi memprotes revisi sejumlah undang-undang dan kerusuhan massa di Papua selama dua bulan terakhir menjelang pelantikan Jokowi, menjadi sorotan global.

Jika pada periode pertama pemerintahannya, Jokowi fokus meningkatkan pembangunan infrastruktur, dan di periode kedua akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia, Michael Vatikiotis menilai, Jokowi juga harus fokus pada berbagai jebakan yang bisa membahayakan pemerintahannya.

Beberapa jebakan itu, antara lain kepentingan politik partai pendukungnya, gangguan keamanan di beberapa daerah konflik, revisi undang-undang sensitif di DPR, dan ancaman gerakan Islam radikal.

“Jokowi harus waspada terhadap berbagai jebakan yang dapat berisiko meningkatkan konflik politik berkepanjangan yang dapat mengganggu keamanan negara dan pemerintahannya,” kata Michael Vatikiotis. (BR-1) 

Sumber: Suara Pembaruan

Comments

comments