Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Desember 13, 2019
Halaman Home » Ekonomi Bisnis » Jokowi Dinilai Layak Dapat Hadiah Nobel
  • Follow Us!

Jokowi Dinilai Layak Dapat Hadiah Nobel 

BERITA MEDAN – Ketua komite pengusul nobel ekonomi untuk Jokowi (KPNEJ), Younge Sihombing mengatakan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) layak mendapatkan hadiah nobel bidang ekonomi tahun 2020. Hal ini, disampaikannya dalam konfrensi pers yang digelar di Sekretariat KPNEJ, Jalan Sei Asahan No. 80 Medan, Sumatera Utara, Senin (14/10/2019).

Dalam konfrensi persnya yang digelar, Yonge Sihombing didampingi Sekretaris Dra. Murniati Huber Lumban Tobing dan Bendahara, Ely Harianto br Sinaga.

Nama Jokowi akan diusulkan dan diajukan bidang sebagai penerima Nobel Ekonomi 2020 ke Komite Nobel di Oslo, Norwegia dilakukan bersamaan dengan pengumuman nama penerima Nobel Ekonomi Tahun 2019.

Dikatakan Yuonge, dasar pemikiran pihaknya mengusulkan Jokowi sebagai penerima Nobel Ekonomi 2020 karena selama menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Jokowi sungguh-sungguh membangun ekonomi masyarakat pinggiran Indonesia.

“Arti ekonomi pinggiran yang kami usung ini adalah dari sisi geografis dan kebijakan. Misalnya daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di daerah Papua dan lainnya yang selama ini mereka tidak tersentuh, tapi Jokowi mampu menelurkan berbagai kebijakan dan melakukan pembangunan yang kini dampak ekonominya sudah dirasakan masyarakat pinggiran tersebut,” katanya.

Dasar pemikiran berikutnya yakni, karena sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, Jokowi mau datang dan melihat secara langsung (blusukan) kondisi ekonomi masyarakat pinggiran Indonesia serta cepat bertindak dan melakukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat ekonomi pinggiran Indonesia.

Selain itu sambung Yonge, Jokowi juga dinilai selalu berupaya untuk bertindak secara adil, arif dan bijaksana dalam setiap membuat keputusan.

Selanjutnya, Jokowi juga bekerja tulus, ikhlas, jujur, dan rendah hati dalam setiap melaksanakan tugas dan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, membawa kesederhaan hidup, kesejukan, kedamaian dan perubahan.

“Kami juga melihat Jokowi memberikan inspirasi, motivasi, dan semangat kepada masyarakat ekonomi pinggiran. Dasar-dasar pemikiran ini yang membuat kami mengusulkan Jokowi menerima Nobel Ekonomi di tahun depan,” ungkap Yonge.

Menurutnya, kriteria yang bisa menjadi kandidat penerima nobel yakni kepedulian kepada kemanusian dan kesejahteraan dunia sudah dimiliki Jokowi. Karen itu, pihaknya akan meramu dan mengumpulkan keberhasilan Jokowi dalam membangun ekonomi masyarakat pinggiran Indonesia.

Dengan begitu lanjut Yonge, akan jelas terlihat perhatian, kepedulian dan kesungguhannya untuk membangun ekonomi masyarakat pinggiran.

“Jokowi sudah membuktikan bahwa kini ekonomi masyarakat pinggiran Indonesia sudah semakin baik melalui implementasi kebijakannya. Misalnya dampak dari tol trans Papua yang membuat biaya logistik murah dan berdampak pada harga jual barang di sana. Kebijakannya langsung menyentuh masyarakat pinggiran,” jelasnya.

Diungkapkan Yonge, usulan sudah disampaikan ke Jokowi, saat ini masih dalam proses. Tim pengusul yang terdiri dari 20 orang, mana salah satunya Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan.

“Tentu kita berharap ini lancar. Karena jalannya masih panjang. Tapi KPNEJ percaya, bahwa tahun depan, Komite Nobel akan menetapkan Jokowi sebagai penerima nobel ekonomi,” katanya.

Tujuan pengusulan tersebut untuk mengangkat citra Indonesia di mata dunia, lebih-lebih Indonesia belum pernah mendapat nobel. Kriteria penerima nobel itu, kata Yonge adalah peduli kemanusiaan, adanya eksen perdamain dan mensejahterakan dunia .

Presiden telah malakukan secara sungguh sungguh Program Pemberian Dana Desa kepada Kelompok Masyarakat Ekonomi Pinggirian Indonesia, dan telah berhasil mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan Masyarakat Pinggiran Indonesia.

Program Pembangunan Infrastruktur Jalan, Jembatan, Waduk, Irigasi dan Listrik. Pemberian Subsidi Pupuk, Obat obatan dan Alat Pertanian.

“Karena itu, kami bekerja, kami telah percaya dan mengamini bahwa Jokowi akan menerima nobel ekonomi tahun 2020,” pungkasnya. (Roy)

Comments

comments