Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, November 13, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Pemkab Bekasi Tegaskan Distribusi Air Bersih Tetap Dilakukan
  • Follow Us!

Pemkab Bekasi Tegaskan Distribusi Air Bersih Tetap Dilakukan 

BERITA BEKASI Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menginstruksikan, pendistribusian air minum ‎kepada warga terdampak kekeringan, akan terus diberikan selama mereka masih membutuhkan air.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, terdata ada 7 kecamatan dan 17 desa serta tersebar di 61 titik, pendistribusian air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan.

Distribusi air bersih diberikan kepada 7.905 kepala keluarga (KK), yang disalurkan BPBD Kabupaten Bekasi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi, polsek-polsek, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan perusahaan swasta lainnya.

“Pendistribusian air bersih kepada masyarakat, tetap dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. Tidak ada penghentian penyaluran air bersih, kecuali masyarakat sudah tak membutuhkan air lagi, atau sudah memasuki musim hujan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Uju, Senin (14/10/2019).

Dia telah menginstruksikan kepada BPBD Kabupaten Bekasi dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi serta PMI Kabupaten Bekasi untuk memastikan warga tetap mendapatkan air bersih. “Kami telah menugaskan kepada BPBD, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, bahkan PMI serta pihak swasta ikut mendistribusikan air bersih kepada warga,” tuturnya.

Dia mengatakan, musim kemarau kali ini meluas dan hampir merata di 23 kecamatan. “Kondisi alam seperti ini, jangankan di Kabupaten Bekasi, di daerah lain saja kekeringannya sudah meluas,” tuturnya.

Pemkab Bekasi, dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Salat Istisqa, agar diberi hujan oleh Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) III Kabupaten Bekasi, Suhup, menambahkan, pihaknya telah mencarikan solusi bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Program jangka pendek, kami telah melakukan pengiriman air kepada masyarakat terdampak kekeringan, jangan sampai masyarakat kekurangan air bersih. Kemudian, jangka menengah akan ada penyambungan pipa PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi kepada masyarakat. Jangka panjangnya, kami akan bangun waduk di sekitar masyarakat yang selalu terdampak kekeringan, akan kami bangun embung air (waduk buatan sebagai penampung air hujan)‎,” sambung Suhup.

Dia mengatakan, beberapa wilayah yang kerap terdampak kekeringan, kondisi alamnya memang tandus dengan tanah berbatu sehingga pengeboran air tanah pada kedalaman 60 meter belum menempatkan mata air dan tanah dilapisi bebatuan keras.

“Kontur tanahnya memang harus kami periksa betul karena hingga ke dalaman 60 meter belum mendapatkan air,” imbuhnya.

Beberapa daerah yang tidak mengajukan pendistribusian air bersih kepada BPBD Kabupaten Bekasi, maupun PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, seperti Kecamatan Setu, Cikarang Selatan, dipastikan air tanahnya masih mengalir atau telah memiliki jaringan pipa PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

Terpisah, Operator Data Informasi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi, Mega, menambahkan sedikitnya 7.905 KK yang telah mendapatkan air bersih dari BPBD setempat dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

“Warga yang telah mengajukan permintaan air bersih sebanyak 7.905 KK yang tersebar di tujuh kecamatan dan 17 desa se-Kabupaten Bekasi,” ujar Mega.

Menurutnya, hingga saat ini pendistribusian air bersih sudah mencapai 428.000 liter. Air bersih sebanyak itu, berasal dari BPBD Kabupaten Bekasi sebanyak 285.000 liter, ACT sebanyak 88.000 liter, PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi mencapai 38.000 liter, Polsek Cibarusah 12.000 liter, dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter.

“Beberapa kecamatan yang sering mengusulkan pemberian jatah air bersih berada di Kecamatan Cibarusah, Serangbaru, Cikarang Timur, Cikarang Pusat, Muaragembong, Bojongmangu, dan Cikarang Utara,” ungkapnya.

Selebihnya, warga tidak mengusulkan permintaan air bersih kepada BPBD Kabupaten Bekasi maupun PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi. Warga yang tidak mengusulkan permintaan air bersih, kata dia, melakukan pengeboran, dengan menggali sumur bor lebih dalam lagi. Atau meminta air bersih kepada tetangganya, sehingga tidak terdata oleh BPBD Kabupaten Bekasi. (BR-1)

Sumber: BeritaSatu.com

Comments

comments