Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Rabu, Januari 29, 2020
Halaman Home » Pendidikan » Gelar Manasik Haji, Sekretaris PWI: Ada Korupsi Peserta di Himpaudi
  • Follow Us!

Gelar Manasik Haji, Sekretaris PWI: Ada Korupsi Peserta di Himpaudi 

BERITA BEKASI – Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, Ewwy Widiansyah, menyoroti pelaksanaan peragaan manasik haji untuk anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berlangsung di Komplek Masjid Baitul Musthofa MM 2100 pada, Selasa 8 – 9 Oktober 2019 lalu.

Kegiatan manasik haji itu, diselenggarakan Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) Pengurus Daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Bekasi yang disinyalir melakukan manipulasi jumlah peserta didik yang terdapat dalam proposal.

Diungkapkan, Ewwy, pada proposal peserta didik yang ikut dalam kegiatan pelaksanaan peragaan manasik haji tercatat sebanyak 6.678 peserta dari 19 Kecamatan dengan biaya Rp70.000 yang ditarik dari setiap peserta. Sementara, dari data yang didapatnya jumlah riil peserta yang mengikuti sebanyak 9.000 peserta.

“Dari data yang saya dapat itu jumlah riil peserta sebanyak 9.000 bukan 6.678 peserta yang terdapat pada proposal. Artinya ada selisih jumlah sebanyak 2.322 peserta kalo kita kali kan Rp70.000 maka ketemunya ada kelebihan uang sebesar Rp162 juta lebih,” ungkapnya kepada Beritaekspres.com, Jumat (11/10/2019).

Luapan angka segitu sambung Ewwy, cukup fantastis untuk sebuah kegiatan ditingkat Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD dalam pelaksaan peragaan manasik haji yang bersifat postif bagi anak usia dini untuk mengetahui tentang rukun Islam yang ke-5 dengan memberikan advokasi sosialisasi dini.

“Tapi, kalau kegiatan yang positif itu dijadikan manfaat bisnis yang mengiurkan dari ketidaktransparan penyelenggara dalam hal ini, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Himpaudi Kabupaten Bekasi, ya sangat disayangkan, karena jelas tujuan dari kegiatan itu hanya mencari keuntungan semata pihak panitia terhadap PAUD,” jelasnya.

Sebelumnya lanjut, Ewwy, pihaknya sempat menanyakan ke Ketua Himpaudi, Kabupaten Bekasi, Siti Aminah, terkait adanya selisih jumlah peserta yang mengikuti pelaksanaan manasik haji, namun Siti berdalih bahwa proposal tersebut dibuat awal dan nanti ada pada laporan pertanggungjawaban panitia.

“Dari jawaban Ketua Himpaudi jadi semakin jelas bahwa proposal yang dibuat dengan jumlah peserta yang tertera itu untuk laporan ke pihak terkait. Jadi, sangat jelas dong dugaan manipulasi data jumlah peserta terjadi dan tidak boleh dibiarkan dong,” sindirnya.

Secara pribadi dan nama organisasi PWI sangat menyangkan prilaku tersebut, karena sebagai pengurus Himpaudi yang asal muasalnya dari para tenaga pendidik ini memberi contoh yang baik, terlebih soal kejujuran baik kepada anak didik maupun orang tua murid.

 “Jangan sampai ibarat pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing sambil berlari. Sebagai kelompok tenaga pendidik maka berikanlah contoh yang baik, bukan justru berprilaku yang tidak baik,” imbuhnya.

Untuk itu tambah Ewwy, PWI Bekasi Raya akan meminta pengurus Himpaudi tingkat Provinsi maupun Pusat untuk evaluasi kinerja pengurus Himpaudi Kabupaten Bekasi dan juga meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas kejadian ini. Sebab, kalau dibiarkan maka ini akan menjadi tujuan bisnis atau proyek mencari uang bukan murni menjadi tujuan yang amanah.

“Kami akan minta kepada pengurus Himpaudi tingkat Provinsi dan Himpaudi Pusat untuk dievaluasi SK yang di berikan kepada Ketua, Sekertari dan Bendahara Himpaudi Kabupaten Bekasi. Begitu juga dengan apparat hukum agar terciptanya transfaransi dalam setiap kegiatan terhadap anak dan orang tua peserta didik,” pungkasnya. (De/Mul)

Comments

comments