Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Oktober 14, 2019
Halaman Home » Megapolitan » Polsek Pesangrahan Ungkap Modus Laporan Palsu Kehilangan Motor
  • Follow Us!

Polsek Pesangrahan Ungkap Modus Laporan Palsu Kehilangan Motor 

BERITA JAKARTA – Jajaran unit reskrim Polsek Pesangrahan berhasil mengungkap dua pelaku yang berusaha nekat mengelabui polisi dengan modus membuat laporan palsu kehilangan motor agar tidak lagi membayar cicilan motor selanjutnya.

Dalam modus ini, kedua tersangka berbagi peran. Tersangka K (33) mengambil motor kredit lalu hilang berkali-kali. Motor-motornya yang dilaporkan hilang dan ditampung R (46) di Kawasan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kepada Beritaekspres.com, Wakapolsek Pesanggrahan, AKP Agus Herwahyu Adi mengatakan, semua berawal ketika K membuat laporan di Polsek Pesanggrahan, Senin 30 September 2019 lalu yang mengaku, motornya baru satu bulan kredit hilang saat terparkir di depan rumah.

Padahal, K baru saja membayar uang DP kepada dealer. Atas laporan tersebut, polisi pun mendatangi rumah K yang berada di Kawasan Pesanggrahan Jaksel.

“Setelah dilakukan penyelidikan oleh anggota reskrim Polsek Pesanggrahan, banyak ditemukan kejanggalan-kejanggalan,” kata Agus, Rabu (9/10/2019).

Ia juga meyebut banyak fakta yang berbeda antara keterangan K dengan keterangan saksi di TKP. Diantaranya motor yang dilaporkan hilang ternyata diserahkan ke temannya, berinisial R.

Berdasarkan kejanggalan tersebut, polisi pun mulai mencurigai K. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, K mengakui perbuatannya kepada polisi.

“Dia sengaja membuat laporan palsu ke polisi agar motor yang dia miliki dinyatakan hilang, sehingga tidak perlu lagi membayar cicilan,” ungkapnya.

Ternyata K telah merancang semuanya bersama R. Namun Agus Herwahyu belum bisa memastikan berapa harga jual motor tersebut. “Sedang kita dalami. Dia juga mengaku baru satu kali. Kita juga sedang dalami keterangan itu,” tuturnya.

Akibatnya perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 242 ayat (1) KUHP dan Keterangan Palsu dengan ancaman hukuman pidana maksimal 7tahun penjara. (Yon)

Comments

comments