Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Oktober 14, 2019
Halaman Home » Peristiwa » Kasus pembunuhan Santi di Pasar Baru Sekadau Kalbar Terungkap
  • Follow Us!

Kasus pembunuhan Santi di Pasar Baru Sekadau Kalbar Terungkap 

BERITA SEKADAU – Pelaku pembunuhan seorang wanita bernama Wati alias Santi di Komplek Pasar Baru pada tanggal 17 September 2019 lalu terungkap. Pada saat Press Release di Aula Mapolres Sekadau, Rabu (9/10/2019).

Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi memastikan pelaku pembunuhan terhadap Santi yang kerangkanya ditemukan dibelakang Komplek Pasar Baru Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) pada 28 September lalu merupakan pelaku tunggal.

Kepada awak media, Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi, mengungkapkan, setelah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, pelakunya mengarah kepada satu orang. Hanya saja, barang bukti alat komunikasi korban berupa handphone merek OPPO A35s belum ditemukan.

Kronologisnya kata Kapolres, pada tanggal 17 September berawal dari tersangka mendatangi kos korban dengan temannya, Susan. Setelah ngobrol-ngobrol tetsangka pergi ke Pemda Sekadau ke Dinas Pendidikan. Pada saat ngobrol dengan korban keduanya janjian ketemu sekitar pukul 15.00 sore di gorong-gorong tak jauh dari rumah kos korban.

Setelah tersangka sampai dari Pemda, tersangka kerumah kos yang saat itu hanya ada Susan teman korban. Ia menanyakan, kemana Santi. Susan mengatakan tidak tahu. Akhirnya tersangka bertemu dengan korban. Saat bertemu korban meminta barang-barang kepada tersangka.

“Karna sebelumnya ada pemberian dari tersangka kepada Susan berupa sebuah motor jenis matik, sehingga korban cemburu,” jelas Kapolres.

Kapolres melanjutkan, karna tersangka tidak sanggup untuk memenuhi permintaan dari korban, munculah amarah korban hingga mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan amarah bagi tersangka SR. Kemudian tersangka gelap mata, menganiaya korban dan menyeretnya ke TKP.

Di TKP, sempat terjadi perlawanan. Anggon mengatakan, korban sempat melakukan perlawanan. Sebab, kancing baju dinas pelaku bagian atas terlepas, serta terdapat sobekan pada bat baju dinas.

Setelah korban meninggal, tersangka meninggalkan TKP datangi rumah kos korban dengan tujuan untuk menghilangkan kecurigaan. Sampai di kos, tersangka membuka jaket dan saksi (Susan) melihat ada luka ditangan yang berdarah.

Beberapa hari kemudian tersangka mengikuti kegiatan di Pontianak. Setelah penemuan mayat pada tanggal 28 September ditanyakan kepada Susan, mengatakan tidak tahu.

Dari Reskrim Polres Sekadau dibantu oleh IT Polda Kalbar melakukan penyelidikan sehingga mengerucut kepada tersangka SR yang diduga keras sebagai pelakuknya dan langsung dijemput. “Dari hasil pengembangan dilugaan tersebut akhirnya diakui oleh tersangka,” jelas Kapolres.

Kapolres menuturkan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Sebab, polisi tidak hanya berdasar pada pengakuan pelaku.

Terkait handphone korban yang belum ditemukan, Kapolres Sekadau mengimbau kepada masyarakat yang menemukannya supaya menyerahkannya kepada pihak Polres Sekadau. “Jangan sampai dijual, karna kalau dijual, akan timbul masalah baru lagi,” pesannya

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu M Ginting menambahkan, pelaku memiliki hubungan khusus dengan teman satu kos yang juga masih sepupu korban, yakni Susan. Hubungan tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun setengah.

Ditanya wartawan soal jasad korban yang cepat membusuk, IPTU Ginting mengatakan, Polres Sekadau sudah berkoordinasi dengan biddokkes Polda Kalbar. Dokter forensik memperkirakan korban meninggal antara 12 sampai 14 hari sebelum kerangka ditemukan. Hal ini cocok dengan waktu penemuan jasad yang berjarak 11 hari sejak peristiwa pembunuhan dilakukan.

“Berdasarkan analisa dokter forensik, faktor cuaca panas cukup menentukan proses pembusukan jasad. Saat otopsi juga masih ditemukan ulat belatung pada bagian kulit kepala,” jelas Ginting.

Untuk saat ini kata IPTU Ginting, pelaku disangkakan Pasal 368 KUHP tentang pembunuhan. Indikasi pembunuhan perencanaan belum ditemukan. “Namun, bisa saja mengarah ke Pasal 340 yakni pembunuhan berencana. Prosesnya masih tetap kami lakukan,” pungkasnya. (As)

Biro Kalimantan Barat

Comments

comments