Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Oktober 14, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Dipecat Massal, Kaur: Pj. Kades Jawab Saya Duduk Pake Biaya
  • Follow Us!

Dipecat Massal, Kaur: Pj. Kades Jawab Saya Duduk Pake Biaya 

BERITA BEKASI – Datangi ruang kerja Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Kabupaten Bekasi, para Aparatur Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, membongkar soal adanya pembiayaan untuk menduduki posisi sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, dari pengusung. Kedatangan para Aparatur Desa itu, disambut baik politisi Partai PAN, Sunawan Al Garuti.

Mereka yang datang ke Fraksi PAN diantaranya, Sekretaris Desa (Sekdes), beberapa Kepala Urusan (Kaur), Kepala Dusun Ketua RT dan Ketua RW yang diberhentikan secara massal dan sepihak tanpa sebab yang jelas oleh Pj. Kepala Desa, Agus Dito Tuhono.

Lia Mulyadi yang saat itu menjabat sebagai Kepala urusan Ekonomi di Kantor Desa Telajung ditemani rekan sejawatnya membeberkan akibat ulah pihak pengusung yang membiayai, Agus Dito Turono menjadi Pj. Kepala Desa Telajung akhirnya membuat dirinya dan rekan sejawatnya kehilangan pekerjaan.

“Tanggal 2 Mei 2019 lalu, pas pencaiaran anggaran dana desa (ADD) tahap pertama, kita kaget, nama-nama kita sudah di ganti oleh perangkat desa yang baru bentukan Pj. Kades. Dari situlah, kami baru tahu kalo telah berhentikan,” kata Lia, Jumat (4/10/2019) kemarin.

Lalu saya sambung Lia, menemui Agus Dito Tuhono Pj. Kepala Desa Telajung, karena ia tidak mau mendengar informasi dari luar tentang pemberhentian jabatannya sebagai kepala Urusan Ekonomi yang sekarang sudah berubah nama menjadi Kepala Seksi Pelayanan.

“Saya menemui Pj. Kades langsung, karena mau menanyakan kenapa saya diberhentikan tanpa sebab dan ngak ada masalah apalagi pelanggaran,” katanya.

Jawaban Pj. Kades lanjut Lia, ia diberhentikan untuk sementara paling lama satu tahun tanpa ada penjelasan tentang alasan pemberhentian dirinya. Begitu juga tentang pemberhentian yang lain, karena pemberhentian itu secara massal yang dilakukan Pj. Kades Telanjung, Agus Dito Tuhono.

“Ironisnya lagi, Pj. Kades hanya bilang, saya duduk di sini ada yang biayain. Jadi saya tinggal duduk dan ngak mungkin saya bela yang lain ya yang mengusung saya lah,” ungkap Lia menirukan ucapan Pj. Kades Agus Dito Tuhono yang sempat direkamnya.

Dijelaskan Lia, persoalan ini juga sudah dikonsultasikan ke Kepala Seksi Pemerintahan Desa, Eso di Kantor Kecamatan Cikarang Barat dan akan ditampung. Untuk sementara, kami diminta untuk menjalin komunikasi dengan Pemerintahan Desa (Pemdes) Telajung. Namun tidak menemui titik terang tetap posisi kami sudah tidak bisa duduki kembali.

Lalu kami tambah Lia, mengadukan pemberhentian ke tingkatan lebih tinggi yaitu ke Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi, Hj. Aat Barhaty dan juga Kepala Dinas DPMD yang baru, Hj. Ida Farida sampai dimediasi namun, lagi-lagi, kami kembali tetap sudah tidak bisa lagi menduduki posisi.

“Bahkan kami sudah mengadukan ke Bupati, Eka Supria Atamaja saat itu jawaban Bupati yang berhak memberhentikan Penjabat Kepala Desa tersebut hanya Kepala Desa depenitif yang mana pada tahun 2020 mendatang 16 Desa yang ada di Kabupaten Bekasi, bakal menggelar pemilihan Kades secara secara setentak,” pungkasnya. (De/MUL)

Comments

comments