Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Februari 20, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Sering Dikeluhkan, Warga Babelan Bekasi Kecewa Dengan Pemerintah
  • Follow Us!

Sering Dikeluhkan, Warga Babelan Bekasi Kecewa Dengan Pemerintah 

BERITA BEKASI – Meski seringkali dikeluhkan operasional damtruk urugan yang bebas berhilir mudik di Jalan Raya Babelan namun tidak menjadi perhatian bagi pemerintah setempat yakni Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya, puluhan damtruk tersebut beroperasi selama 24 jam tanpa kenal waktu, sehingga menganggu aktifitas warga bahkan mengancam keselamatan warga.

“Kita pada sibuk berangkat kerja sama ngantar anak sekolah damtruk juga ikut sibuk ngak mau kalah. Apalagi, sekarang ada proyek pengecoran jalan kita jadi tambah susah anak kadang sampai telat sampai ke sekolah,” keluh Ezalti (37) usai mengantar anaknya sekolah kepada Beritaekspres.com, Senin (16/9/2019).

Diungkapkan Ezalti, keluhan warga Kecamatan Babelan, Kelurahan Kebalen, Kabupaten Bekasi, bukan baru-baru ini, tapi sudah lama dikeluhkan namun sampai sekarang tidak ada tindakkan dari pemerintah, karena faktanya sampai sekarang operasional damtruk tersebut masih bebas beroperasi bahkan selama 24 jam tanpa berhenti.

“Ya…Allah, itu saya ngeliat anak-anak sibuk nyeberang mau ke sekolah damtruk sibuk juga lalu lalang apa ngak bisa diatur waktunya. Ini Kabupaten seperti ngak ada pemerintahnya kemana perlindungan untuk kami sebagai warga yang setiap hari mulai pagi hari sudah berbaur dengan damtruk kalau ngak hati-hati bisa celaka kami mana bawa anak lagi,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Asril (40) yang mengatakan, sudah lelah berkeluh kesah terkait bebasnya damtruk yang lalu lalang di Jalan Raya Babelan, karena sampai sekarang tidak satupun keluhan warga yang mendapat respon terutama pemerintah setempat. Keluhan warga diberbagai media sosial tentang Jalan Raya Babelan dianggap angin lalu tanpa arti meski kami disini setiap hari bercampur dengan maut mulai pagi hari hingga malam hari.

“Kita sebagai masyarakat kecil bisanya hanya mengeluh, karena berbuat juga kita ngak bisa. Apa yang harus kita perbuat kecuali hanya mengeluh. Kalau kita nanti prontal atau mengajak warga untuk memportal damtruk nanti kita berurusan dengan polisi dianggap main tindakkan sendiri, tapi kita mengeluh juga ngak ditanggapi,” katanya.

Kita sebagai masyarakat kecil lanjut Asril, tidak bisa berbuat banyak kecuali mengeluh dan berdoa, semoga tidak terjadi apa – apa dengan anak dan istri kita ketika melintas di Jalan Raya Kebalen meski sebenarnya itu selalu menjadi bahan pikiran, karena mengantar anak itu mulai berangkat sekolah hingga pulang sekolah setiap hari bergelut dengan maut terlebih lagi sekarang lagi ada pekerjaan pengecoran jalan kemacetan pun makin parah.

“Kalau sekarang ya begitu hanya berdoa aja semoga kita dilindungi. Trus mau apa lagi terus-terus berkeluh juga ngak ditanggapi. Yang jelas kita ngak pernah merasa mendapat perlindungan dari pemerintah setempat. Kalau dapat dari kemarin juga sudah ditertibkan, tapikan faktanya ngak ada udah biar aja,” pungkas Asril. (Indra)      

Comments

comments