Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, September 20, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Deklarasi ODF Desa Sekonau Sekadau Kalbar
  • Follow Us!

Deklarasi ODF Desa Sekonau Sekadau Kalbar 

BERITA SEKADAU – Bupati Sekadau, Rupinus membuka Deklarasi ODF (Open Defecation Free) Stop Buang Air Besar Sembarangan di desa Sekonau Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (10/9/19) pagi.

Dikatakan Rupinus, sanitasi atau kesehatan lingkungan merupakan faktor terbesar yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.

“Dengan menyediakan air bersih, mempunyai jamban keluarga, mengelola sampah dengan benar dan mempunyai sarana pembuangan limbah, di dukung dengan perilaku hidup bersih dan sehat maka akan menciptakan keluarga yang sehat,” bebernya.

Bupati berharap, dengan deklarasi ini masyarakat terus meningkatkan pola hidup sehat. “Masyarakat harus terus mendukung kegiatan ini, karena sangat baik bagi masyakarat itu sendiri,” tandas Rupinus.

Sementara itu, Kades Sekonau, Yosef dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Desa Sekonau secara geografis terletak dipinggir sungai. Kegiatan ODF ini kata dia, sangat membantu dalam mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih baik dalam memperhatikan kesehatan.

“Masyakarat desa Sekonau berkomitmen membangun jamban, karena sebelumnya masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban keluarga. Kini, tiap rumah sudah memiliki jamban,” ujar Yosef.

Ditempat yang sama, Plt. Camat Sekadau Hulu, Uden mengatakan, Desa Sekonau merupakan desa pertama di Kecamatan Sekadau Hulu yang menyelenggarakan Deklarasi ODF. Tentu dengan proses yang lama dan tidak mudah mewujudkan kegiatan ini. Hal ini dikarenakan harus mengubah pola hidup sehat masyarakat.

“Dengan deklarasi ini menjadi contoh untuk desa-desa lain di Sekadau Hulu agar mampu melaksanakan kegiatan Stop BABS,” kata Uden

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, ST. Emanuel dalam sambutanya menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hak setiap orang. Ada 4 faktor untuk mendapatkan kesehatan itu diantaranya, faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan turunan.

“Faktor lingkungan yang sehat merupakan faktor terbesar dalam mempengaruhi kesehatan keluarga. Untuk itu, jika ingin keluarga kita sehat, masyarakat sehat, kita harus bisa mewujudkan lingkungan yang sehat,” pesan Emanuel. (As)

Biro Kalimantan Barat

Comments

comments