Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Hukum » DP LSM SIR Curigai Vonis Ringan Tabung Gas Ilegal di Subang
  • Follow Us!

DP LSM SIR Curigai Vonis Ringan Tabung Gas Ilegal di Subang 

BERITA SUBANG – Ketua Dewan Pembina LSM Suara Independen Rakyat (SIR) R. Meggi Brotodiharjo mencurigai proses hukum terhadap terdakwa H. Abdul Jannah orang kepercayaan dari PT. Inti Tabung Persada (ITP) yang memproduksi tabung gas ilegal di Jalan Pantura Raya RT01/RW05, Dusun Marga Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Menurut Meggi, Komisi Yudisial (KY) dan Komisi Kejaksaan harus segera memeriksa kinerja kedua lembaga hukum itu terkait tuntutan dan vonis ringan proses hukum H. Abdul Jannah yang dinilai diluar batas kewajaran. Terlebih lagi apa yang dilakukannya, sangatlah berbahaya bagi masyarakat luas dengan memproduksi tabung gas secara illegal yang tentunya tidak memenuhi standar keamanan atau Standar Nasional Indonesia (SNI.

“Kaget juga saya dengar tuntutan Jaksa 2 bulan vonis 1 bulan penjara. Ini luar biasa. Kalah hukuman seorang pencuri biasa dengan hukuman orang yang memproduksi tabung gas illegal yang tidak bisa dijamin standar keamananya yang cukup berbahaya dan mengancam keselamatan masyarakat luas,” kata Meggi kepada Beritaekspres.com, Jumat (6/9/2019).

Dikatakan Meggi, meski tuntutan itu merupakan kewenangan Jaksa begitu juga dengan vonis Hakim, namun paling tidak keduanya bisa melihat dampak dan tingkat bahayanya bagi masyarakat ketika usaha produksi tabung gas illegalnya itu beredar luas ditengah masyarakat yang tidak pernah diketahui standar keamanan dari produk yang mereka produksi tersebut.

R. Meggi Brotodihardjo

“Kalau hukumannya hanya segitu dimana efek jeranya bagi pelaku. Kalau saya pribadi, kalau memang ngak bersalah lebih baik dibebaskan saja ketimbang dihukum 1 bulan. Begitu juga dengan Jaksa yang nuntut 2 bulan mending ngak usah dituntut pak Jaksa ketimbang menjadi ramai. Karena public juga kaget,” sindirnya.

Untuk itu tambah Meggi, sebaiknya KY dan Komisi Kejaksaan segera memeriksa perkara tersebut karena ini sudah menjadi pertanyaan dan kecurigaan publik terhadap proses pelaku yang memproduksi tabung gas secara illegal tanpa memenuhi standar SNI yang ditentukan pemerintah.

“Persoalan inikan sudah ramai jadi perbincangan buah bibir ditengah masyarakat luas jadi KY dan Komisi Kejaksaan tidak perlu lagi menunggu laporan masuk. Apalagi saat ini, masih satu terdakwa lagi yang disinyalir boss besar PT. Inti Tabung Persada, Sugiman Tinjau yang masih proses persidangan belum sampai tuntutan,” tandasnya.

Sebelumnya, persidangan yang di Ketuai, Majelis Hakim, Eva Susiana dengan dua Hakim Anggota yakni, Alia Yustitia Sagala dan Setiawati serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurman membiarkan sikap terdakwa Sugiman Tinjau diruang persidangan yang dinilai merendahkan Peradilan.

“Karena jujur baru kali ini, saya melihat ada terdakwa bersikap ngak menghormati Pengadilan seperti yang tampak pada foto. Ironisnya, sikap itu dibiarkan Majelis Hakim dan Jaksa dipersidangan. Duduk ngak sopan, dada terbuka pake kalung lagi. Apa karena dia boss sehingga beda pelayanan,” sindirnya Ketua Monitoring Penegakkan Hukum Indonesia (MPHI, Reinaldi Lumban Gaol.

Padahal kata Reinaldi, kalimat harus bersikap sopan selalu kita dengar disetiap persidangan yang diingatkan atau umum kita dengar dari Majelis Hakim. Dan hal itu, merupakan salah satu yang selalu masuk dalam pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus suatu perkara yang mengandung pemidanaan terhadap terdakwa yang di vonis Pengadilan.

“Dalam kasus ini luar biasa makanya kita akan pantau terus. Abdul Jannah dituntut 2 bulan dan dihukum 1 bulan. Nah, kalau Sugiman Tinjau kita pengen tahu dihukum berapa nantinya oleh Jaksa dan Hakim. Karena dalam perkara ini juga Majelis Hakim dan Jaksanya masih yang sama,” pungkasnya. (Indra)

Comments

comments