Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, Desember 6, 2019
Halaman Home » Berita Lain » Hasan Toha Putra Tegaskan Tidak Pernah Dukung HTI, Itu Fitnah Besar
  • Follow Us!

Hasan Toha Putra Tegaskan Tidak Pernah Dukung HTI, Itu Fitnah Besar 

BERITA SEMARANG – Terkait issu Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Hasan Toha Putra terlibat dalam pendanaan dan dukungan kegiatan untuk aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dirinya menegaskan semua itu fitnah besar. Hasan Toha Putra menyatakan tidak pernah mendukung kegiatan dari HTI, apalagi sampai mendanai.

Hal itu disampaikannya usai kegiatan Pekan Ta’aruf Mahasiswa Baru Universitas Sultan Agung (Unissula) kepada media, di Unissula Semarang, Rabu (4/9/2019).

“Tidak mungkin saya mendukung, apalagi mendanai. Dana dari mana, itu fitnah besar. Kalau sampai saya dianggap pendana HTI itu fitnah besar,” tandasnya.

Sementara di depan 3.730 mahasiswa baru, dirinya mengungkapkan, persoalan mendasar dan mendesak yang mesti segera diselesaikan adalah mengikis habis rasa saling mencurigai antar sesama. Sebab dari saling rasa mencurigai itulah kemudian muncul bibit-bibit perselisihan.

“Satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan cara saling mengenal (Ta’aruf). Sudah menjadi tradisi di Unissula bagi setiap mahasiswa baru wajib mengikuti kegiatan ‘Pekan Ta’aruf’,” ungkapnya.

Pihaknya juga menekankan kepada mahasiswa baru bahwa Unissula merupakan kampus yang menjadi rahmat bagi sebanyak-banyaknya umat. “Kami berkomitmen untuk membentuk dan melahirkan generasi khaira ummah, generasi terbaik untuk bangsa dan Negara tercinta,” ujar Hasan Toha Putra.

Dirinya menyatakan, Unissula di bawah YBWSA menolak dan menentang keras paham radikalisme, ekstrimisme dan terorisme, serta berkomitmen untuk mendukung Pemerintah, TNI dan Polri dalam menanggulangi dan memberantas setiap gerakan dan organisasi berpaham radikalisme tersebut di seluruh pelosok negeri.

Sementara Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin mengapresiasi Unissula yang dinobatkan menjadi Universitas Islam terbaik di Jawa Tengah.

“Kami berharap kita bisa merajut dan membangun, karena kita bagian dari Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Saya  sudah mengajak seluruh masyarakat dan seluruh industry yang ada di Jawa Tengah untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah,” terang Taj Yasin.

“Saya juga mengapresiasi mahasiswa baru ini, mereka perlu dididik untuk ditanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan cinta kepada Indonesia. Kita akan bersama-sama membawa Indonesia pada tempatnya, menjadi senter dunia. Ini yang kita harapkan,” pungkasnya. (Nining)

 

Biro Semarang

 

Comments

comments