Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Hukum » Gaya “Boss Besar” Tabung Gas Ilegal Rendahkan Pengadilan Subang
  • Follow Us!

Gaya “Boss Besar” Tabung Gas Ilegal Rendahkan Pengadilan Subang 

BERITA SUBANG – Pemandangan yang tidak biasa umumnya seorang terdakwa dipersidangan tampak diruang Pengadilan Negeri (PN) Subang, Jawa Barat, dalam gelaran kasus pidana tabung gas ilegal yang menjerat, terdakwa, Sugiman Tinjau “Boss Besar” PT. Inti Tabung Persada (ITP) Jalan Pantura Raya RT01/RW05, Dusun Marga Jaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Rabu 28 Agustus 2019 lalu.

Sidang yang di Ketuai, Majelis Hakim, Eva Susiana dengan dua Hakim Anggota yakni, Alia Yustitia Sagala dan Setiawati serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurman dengan Jaksa Pengganti, Pinos Permana, terkesan membiarkan prilaku terdakwa yang tidak menghormati Peradilan.

“Baru kali ini, saya melihat ada terdakwa bersikap ngak menghormati Pengadilan. Ironisnya, sikap itu dibiarkan Majelis Hakim dan Jaksa dipersidangan,” terang Ketua Monitoring Penegakkan Hukum Indonesia (HMPI), Reinaldi Lumban Gaol kepada Beritaekspres.com, Senin (2/9/2019).

Padahal sambung Reinaldi, kalimat harus bersikap sopan selalu kita dengar disetiap persidangan yang diingatkan atau umum kita dengar dari Majelis Hakim. Dan hal itu, merupakan salah satu yang selalu masuk dalam pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus suatu perkara yang mengandung pemidanaan terhadap terdakwa yang di vonis Pengadilan.

“Pertimbangan ini merupakan pertimbangan subjektif hakim. Implikasinya bahwa Hakim bebas menentukan hal-hal yang meringankan maupun yang memberatkan tersebut. Hal itu pun, merupakan apresiasi hakim terhadap sikap atau prilaku terdakwa yang sopan dan menghormati Pengadilan,” tegasnya.

Berbeda dengan sikap terdakwa Sugiman Tinjau yang disinyalir “Boss Besar” PT. Inti Tabung Persada (ITP) yang memproduksi tabung gas secara illegal yang melanggar Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Terdakwa Sugiman, terkesan di istimewakan, kancing  baju terbuka dan memakai kalung vistor tamu Pengadilan saat sidang begitu juga dengan gaya duduk terdakwa yang terkesan tidak layak sebagai terdakwa. Namun tak satupun Majelis Hakim yang menegor perilaku terdakwa yang tidak terpuji itu. Aneh,” sindir Reinaldi.

Dengan keadaan itu lanjut Reinaldi, pihaknya mulai ragu dengan tuntutan Jaksa dan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Subang, terkait proses pemidanaan terhadap Sugiman Tinjau yang tengah menjeratnya bersama H. Abdul Jannah sidang terpisah (split) yang sudah lebih dulu divonis, Selasa 5 Juni 2018 lalu.

“Ya, kalo kita menilai dari sikap terdakwa dipersidangan sepertinya Majelis Hakim dan Jaksa segan dengan Sugiman Tinjau kita ngak paham kenapa bisa begitu. Sebab yang kita tahu, selama ini, Hakim akan cepat marah atau menegor bila sikap terdakwa tidak sopan atau tidak menghormati Persidangan,” pungkas Reinaldi. (Indra)

 

Catatan Redaksi:

Dalam pemberitaan berjudul (Gaya “Boss Besar” Tabung Gas Ilegal Rendahkan Pengadilan Subang) telah terjadi kesalahan dalam menyebutkan salah satu Hakim Anggota yakni,  Aida Fitriani Siregar  yang seharusnya, Setiawati, sehingga kami koreksi atas kesalahan karena ketidak keakuratan informasi yang didapat dilapangan.

Majelis hakim yang benar dalam perkara tersebut adalah Ketua Majelis Hakim, Eva Susiana dengan dua Hakim Anggota yakni, Alia Yustitia Sagala dan Setiawati.

Dengan demikian kesalahan sudah kami perbaiki. Kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut dan ketikdaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih (Redaksi)

Comments

comments