Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Berita Lain » Banyaknya Kecelakaan di Ruas Jalan Tol Solo-Ngawi Disebabkan Human Error
  • Follow Us!

Banyaknya Kecelakaan di Ruas Jalan Tol Solo-Ngawi Disebabkan Human Error 

BERITA SEMARANG – Menanggapi berita-berita yang berbau mistis, terkait banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Tol Solo-Ngawi yang tengah viral di media sosial belakangan ini, Ketua Bidang Angkutan Lintas Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Jateng & DIY, Yanuar Iswara menyampaikan, banyaknya kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Tol Solo-Ngawi sebagian besar karena faktor human error.

“Saya kira kita semua harus berusaha realistis dan berpikir logis, bahwa banyaknya kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Tol Solo-Ngawi itu sebagian besar karena faktor human error, jadi jangan terburu-buru, apa-apa langsung dikaitkan dengan unsur mistis,” ujar Yanuar di Semarang, Minggu (1/9/2019).

Yanuar yang juga seorang pengusaha truk dan tinggal di Mojosongo Solo mengaku kerap melakukan survey kelaikan dan keamanan jalan di seluruh Pulau Jawa, untuk memberikan informasi kepada seluruh anggota Aptrindo.

Dikatakan, Jalan Tol Solo-Ngawi yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 November 2018, yang sebelumnya diuji coba secara fungsional pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2018 tersebut mempunyai panjang keseluruhan sekitar 90 KM, dari KM 490 hingga KM 580 an.

“Secara teknis, jalan Tol Solo-Ngawi ini bisa dibilang sudah sangat memadai, baik dari sisi penerangan jalan maupun konstruksinya,  yang didalamnya ada 8 gerbang tol, yakni Colomadu, Bandara, Ngemplak, Purwodadi, Karanganyar, Sragen, Sragen Timur dan Ngawi,”  terang Yanuar.

“Sebagian besar kecelakaan itu terjadi lewat tengah malam hingga subuh pada saat pengemudi sedang mengalami puncak rasa kantuknya. Dimungkinkan juga karena jalan Tol Solo-Ngawi sangat lurus dan membosankan, meskipun di dalamnya terdapat 6 Rest Area yang bisa digunakan untuk beristirahat, 519 A & 519 B , 538 A & 538 B , 575 A & 575 B,” lanjut dia.

Bahkan di Rest Area 519 A & 519 B sangat lengkap, ada SPBU, masjid, minimarket, restaurant, kafe, galeri UMKM, foodcourt, ATM Center dan area parkir yang sangat luas.

Menurut Yanuar, para pengemudi sebaiknya santai saja dalam mengemudi. “Jangan terburu-buru, jaga jarak aman dan jangan terlalu menempel kendaraan di depannya. Perhatikan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, gunakan lampu pencahayaan sesuai spek asli pabrik kendaraan, pelajari spek ban dan kemampuan rem kendaraan anda,” pungkas dia. (Nining)

 

Biro Semarang

 

Comments

comments