Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » Terlibat Meikarta, KPK Tahan Sekda Jabar Iwa Karniwa
  • Follow Us!

Terlibat Meikarta, KPK Tahan Sekda Jabar Iwa Karniwa 

BERITA JAKARTA – Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait perizinan proyek Meikarta di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sekertaris Daerah (Sekda) Jawa Barat non aktif, Iwa Karniwa (IWK) langsung menjalani penahanan. Iwa mengaku akan mengikuti proses hukum.

Penyidik KPK menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat non aktif, Iwa Karniwa. Penahanan dilakukan usai Iwa selesai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap terkait pengajuan perizinan mega proyek Meikarta.

“Iwa Karniwa (IWK) ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Pomdam Jaya Guntur,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi, Jumat (30/8/2019).

Febri pun mengingatkan kepada Iwa untuk kooperatif dalam proses pemeriksaan. Diduga, KPK sedang mengembangkan kasus yang menjerat Iwa tersebut.

“Kami ingatkan agar tersangka kooperatif sehingga bisa dipertimbangkan sebagai alasan meringankan. KPK juga sedang mendalami informasi lain yang diterima dari masyarakat terkait yang bersangkutan selama menjadi Sekda,” ucap Febri.

Iwa yang merampungkan pemeriksaannya sekitar pukul 17.30 WIB, Iwa tampak memakai rompi orange tahanan dengan tangan di borgol dan mengaku akan kooperatif dengan proses hukum yang tengah berjalan saat ini

“Alhamdulilah tadi sudah dapat pemeriksaan secara baik dan profesional oleh penyidik saya akan ikuti proses (hukum),” kata Iwa saat keluar Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Iwa mengatakan menjalankan setiap proses hukum di KPK. Ia mengaku akan mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.

“Saya sudah menjalankan sesuai dengan statement saya tempo hari akan mendukung proses hukum dan saya mendukung KPK untuk pemberantasan korupsi dan tadi sudah mendapatkan pemeriksaan secara baik dan profesional oleh penyidik. Mengenai substansi silahkan ke penasihat hukum,” puungkas Iwa. (Steve/MUL)

Comments

comments