Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, Desember 16, 2019
Halaman Home » Ekonomi Bisnis » OVO Mudahkan Pelanggan JNE Lakukan Transaksi 
  • Follow Us!

OVO Mudahkan Pelanggan JNE Lakukan Transaksi  

BERITA JAKARTA – OVO platform pembayaran, rewards dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, mengumumkan kerja sama dengan JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik berskala nasional. OVO merupakan dompet digital pertama yang mendukung terlaksananya transaksi digital di lebih dari 7.000 outlet JNE di seluruh Indonesia.

Untuk melakukan pembayaran, pengguna OVO dapat menggunakan OVO cash maupun OVO points sebagai opsi dalam bertransaksi. Kolaborasi ini mempertegas semakin luasnya integrasi pembayaran digital dalam berbagai lini usaha untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat serta pelaku bisnis. 

Kepada Beritaekspres.com, Direktur OVO Harianto Gunawan menuturkan, sebagai platform pembayaran digital dengan ekosistem terbuka, OVO senantiasa berupaya mengembangkan kemitraan untuk memperluas layanan serta merangkul lebih banyak pengguna.

“Kemitraan dengan JNE ini merupakan sebuah langkah penting yang mempermudah masyarakat saat bertransaksi untuk jasa pengiriman nasional dan dengan luasnya jangkauan JNE. Kami yakin bahwa kerjasama ini dapat mempercepat penetrasi inklusi keuangan digital ke berbagai daerah,” katanya, Kamis (22/8/2019). 

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi, mengatakan, kerjasama ini merupakan bentuk nyata komitmen JNE untuk terus berinovasi agar dapat selalu memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital. Terus meluasnya transaksi non tunai juga seiring dengan perluasan jaringan JNE di seluruh nusantara.

“Kami percaya bahwa kolaborasi JNE dan OVO akan menjadi sinergi yang dapat meningkatkan kenyamanan semua pelanggan dalam mengirimkan paket,” jelasnya.

Dikatakannya, JNE yang sebentar lagi akan merayakan hari jadinya yang ke-29 tahun, kini telah mengemban amanah pengiriman lebih dari 20 juta paket pelanggan setiap bulan. Jumlah tersebut secara meningkat lebih dari 30 persen setiap tahun.

“Demi terus mewujudkan pengalaman terbaik kepada pelanggan secara konsisten, kolaborasi dengan OVO dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung hal tersebut. Kemampuan untuk saling mendukung merupakan kunci utama dalam pertumbuhan bisnis serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini OVO tersedia di lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia dan menjadi satu-satunya platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, platform O2O dan e-commerce. OVO telah hadir di 90 persen Mal di Indonesia, termasuk Hypermarket, Department Store, Kedai Kopi, Bioskop, Operator parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka.

“OVO, melalui aplikasi Grab, juga menjadi solusi terbaik untuk menikmati layanan digital seperti transportasi dan pemesanan makanan. OVO juga tersedia dalam aplikasi Kudo dan 1,7 juta agen,” ungkapnya. 

Tentang OVO

OVO merupakan platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia. Kini, OVO telah hadir di 115 juta perangkat dan bisa digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta manajemen aset dan investasi. OVO diterima di lebih dari 319 kota di Indonesia dan kami berkomitmen untuk membangun perusahaan pembayaran dan teknologi finansial terbesar di Indonesia.

Sekilas Tentang JNE

JNE berdiri pada tahun 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA), jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang/money remittance.

Mulai tahun 2013, JNE siap berekspansi di bidang logistik, dengan berfokus pada layanan yang mencakup pergudangan, cargo, pengiriman jalur darat, sea freight, dan air freight.

Di tahun 2014, JNE mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung ekosistem E-Commerce, seperti melakukan optimalisasi Mobile Applications, membangun 250 kantor operasional dan mempeluas jaringan hingga lebih dari 6000 outlet di seluruh Indonesia untuk bersaing dalam Asia Free Trade Area yang berjalan sejak tahun 2015. (Indra)

Comments

comments