Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, September 20, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » Kangkangi Putusan MA, Warga Pilar Bekasi Gruduk PN Cikarang
  • Follow Us!

Kangkangi Putusan MA, Warga Pilar Bekasi Gruduk PN Cikarang 

BERITA BEKASI – Ratusan warga Kampung Pilar, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Forum Warga Pilar Tertindas (FOWAPTI) mengelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Selasa (20/8/2019).

Dalam aksinya, warga yang didominasi kaum ibu ini membentangkan spanduk berwarna putih yang bertuliskan “Tolak Eksekusi dan Stop Penindasan Terhadap Rakyat“. 

Selain itu, warga juga mendesak Kepala Pengadilan Negeri (PN) Cikarang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk segera membatalkan rencana eksekusi tanah yang sudah mereka tempati selama  bertahun-tahun.

Kepada Beritaekspres.com, juru bicara warga Kp . Pilar, Maskuri menegaskan, berdasarkan keputusan Kasasi yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) melalui putusan bernomor: 1570 K.Pdt/2007, sudah dimenangkan warga.

“Dimana letak keadilannya, masa Pengadilan Negeri tidak tunduk dan patuh terhadap keputusan yang lebih tinggi dari MA,” jelasnya.

Menurut Maskuri, kasus tanah yang mereka perjuangan sudah berjalan sejak awal tahun 2000-an, namun tiba-tiba Pengadilan Negeri Cikarang mengerluarkan sudar edaran rapat koordinasi untuk melaksanakan eksekusi.

“Yang kami pertanyakan, kenapa ada perkara yang berbeda dengan objek hukum yang sama, harusnya pengadilan bisa membaca sejarah kasus tanah di kampung kami, kami sudah dimenangkan putusan Kasasi MA,” ulasnya.

Dijelaskan Maskuri, saat ini warga Kp. Pilar yang tersebar di dua RT yaitu RT 01 dan RT 02 berjumlah sekitar 300 Kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar 3000 jiwa.

Oleh karena itu tambah Maskuri, dirinya bersama warga Kp. Pilar akan terus mempertahankan hak atas tanah. Terlebih lagi, putusan MA sudah memenangkan warga atas lahan yang kini akan dieksekusi.

“Selangkahpun kami tidak akan pernah mundur dari tanah yang kami tempati, kami tidak melawan hukum, kami taat hukum oleh karena itu negara harus berpihak kepada rakyat,” pungkasya. (De/Mul)

Comments

comments