Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, September 20, 2019
Halaman Home » Megapolitan » Diperiksa KPK, Soleman: Kasus Meikarta, Saya Hanya Penghubung
  • Follow Us!

Diperiksa KPK, Soleman: Kasus Meikarta, Saya Hanya Penghubung 

BERITA JAKARTA – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Soleman selesai menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap perizinan Meikarta. Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi itu diperiksa untuk tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa.

“Tadi hanya dikonfrontir saja sama Pak Waras (Anggota DPRD Jabar),” kata Soleman saat ditanya awak media di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Dalam pemeriksaannya, Soleman membantah pernah bertemu dengan Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili untuk membahas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi. 

“Enggak, kalau pertemuan saat pembahasan RDTR Bekasi. Saya enggak pernah ketemu,” kata Soleman.

Politisi PDIP ini mengaku hanya menjadi penghubung untuk memperkenalkan Waras Wasisto dengan Neneng Rachmi. Selebihnya, ia membantah mengetahui RDTR terkait proyek Meikarta lantaran bukan Anggota Pansus DPRD Bekasi.

“Saya bukan Anggota Pansus soal RDTR, saya hanya memperkenalkan Pak Waras dengan Bu Neneng saja,” tutupnya.

Sekda Provinsi Jabar, Iwa Karniwa diduga menerima suap sebesar Rp900 juta dari PT. Lippo Cikarang melalui Neneng Rahmi terkait pembahasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi tahun 2017.

Selain Iwa, KPK juga telah menjerat Eks Presiden Direktur (Presdir) PT. Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto sebagai tersangka.

Toto diduga menyetujui setidaknya lima kali pemberian pada Bupati Bekasi Neneng Hasanah (NHY), baik dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) maupun Rupiah dengan total sekitar Rp10,5 miliar.

Sementara, mantan Bupati Bekasi , Neneng Hasanah Yasin telah divonis selama 6 tahun penjara serta denda Rp250 juta di Pengadilan Tipikor PN Bandung.

Dalam putusannya, Neneng Hassanah Yasin terbukti bersalah karena menerima suap sebesar Rp10,630 miliar dan 90 ribu dolar Singapura dalam proyek perizinan Meikarta. (Mul)

Comments

comments