Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Mahasiswa UNDIP Jateng Olah Daun Mangrove Jadi Selai
  • Follow Us!

Mahasiswa UNDIP Jateng Olah Daun Mangrove Jadi Selai 

BERITA SEMARANG – Berawal dari banyaknya tumbuhan mangrove di lingkungan Desa Asemdoyong, Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan potensi tumbuhan tersebut, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Tim II Tahun 2019 mengajukan sebuah ide inovatif dan kreatif untuk mengolah daun mangrove menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

Kepada Beritaekspres.com, Arya Ksatria Fernanda Hendrawan, mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP, berpendapa,  bahwa apabila daun mangrove dapat diolah menjadi teh, maka bagaimana jika daun tersebut diolah menjadi selai, karena selama ini jarang sekali ditemukan selai dari daun mangrove padahal banyak sekali selai yang berasal dari daun teh. Ide tersebut diawali dari diskusi ringan dan melakukan percobaan mengenai rasa.

“Kami awalnya iseng melakukan percobaan pada daun mangrove tersebut. Kita tahu betul manfaat mangrove, baik untuk alam maupun dikonsumsi untuk kesehatan,” ujar Arya ketika, Jumat (16/8/2019).

Selanjutnya, pada minggu kedua setelah pemberangkatan KKN dilakukan percobaan pembuatan selai daun mangrove. Hasilnya cukup memuaskan, dimana selai tersebut terasa lezat dan disukai oleh anak-anak. Olahan selai daun mangrove tersebut kemudian diberi nama ‘DAMAR’, yang berasal dari singkatan kata ‘daun mangrove’.

Setelah memperoleh masukan dari Kepala Desa (Kades) Asemdoyong yang berkeinginan untuk berinovasi menghasilkan olahan buah mangga, produk selai tersebut dibuat dengan variasi rasa berbeda dengan memanfaatkan buah mangga yang merupakan satu lagi produk unggulan Desa Asemdoyong, sehingga, terdapat dua varian rasa yang dibuat, yaitu original dan mangga.

Untuk menyalurkan ide itu, Arya melakukan pemberdayaan ibu-ibu PKK yang dikomando oleh istri Kepala Desa melalui program edukasi potensi dan manfaat serta pelatihan pengolahan daun mangrove menjadi produk selai, dimulai dari proses pembuatan, pengemasan, hingga pemasarannya. Program pelatihan tersebut dilaksanakan di Balai Desa Asemdoyong pada, Selasa, 30 Juli 2019 lalu.

“Pelatihan dihadiri oleh ibu-ibu kader PKK, Kades beserta istrinya, dan beberapa perangkat desa lainnya. Ibu-ibu PKK yang hadir pada acara tersebut mencicipi selai daun mangrove yang telah dibuat, dan salah satunya mengatakan bahwa produk hasil olahan daun mangrove tersebut sangat lezat, namun dalam pembuatannya masih terdapat kekurangan, yaitu selai tersebut masih terasa sedikit kasar,” kata Arya.

Arya menambahkan, selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, diharapkan program ini dapat menjadi media untuk memperkenalkan tumbuhan mangrove berikut potensi dan manfaatnya terhadap masyarakat Desa Asemdoyong. “Saya pun berharap gagasannya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat dan Pemerintah Desa untuk peningkatan ekonomi kreatif masyarakat,” pungkasnya. (Nining)

Comments

comments