Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » Gagal Sejahterakan Warganya, Besok Mahasiswa Demo Bupati Bekasi
  • Follow Us!

Gagal Sejahterakan Warganya, Besok Mahasiswa Demo Bupati Bekasi 

BERITA BEKASI – Menjelang hari jadi Kabupaten Bekasi ke-69, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Bekasi, bakal akan turun aksi, Kamis (15/8/2019) besok, dengan mengusung tema “B3, Benar Bekasi Bersih?” menuntut pemerintah dapat melalukan terobosan kebijakan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Pada 15 Agustus 2019 Kabupaten Bekasi sudah genap 69 tahun, namun persoalan yang ada di Bekasi masih menjadi sebuah kegelisahan masyarakat Kabupaten Bekasi yang belum bisa merasakan adanya sebuah tatanan pemerintahan yang benar-benar bisa mewadahi aspirasi masyarakat,” terang Presma STT Pelita Bangsa, Fahri Fangestu kepada Beritaekspres.com, Rabu  (14/8/2019).

Menurutnya, Pemerintahan Kabupaten Bekasi rapuh dan lemah. Sebab banyak birokrat yang masih melakukan praktik Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang merugikan masyarakat banyak.

“Dalam penguraian persoalan di Bekasi penting adanya politicall will suatu pemerintahan yang bersih, sehingga sistem yang ada tapi aparaturnya atau pejabatanya masih corup maka kondisi pemerintah dianggap masih rapuh atau lemah,” tegasnya.

Dia mengungkapakan, Pemerintah Kabupaten Bekasi selama ini gagal dalam memenuhi dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bekasi, karena masih banyak permasalahan sosial yang belum terselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi seperti infrastruktur, Lingkungan Hidup, Kemiskinan, Pengangguran, Gizi Buruk.

“Kami ketahui segudang persoalan di Kabupaten Bekasi merupakan suatu kegagalan seorang pemimpin daerah dalam mengatur sebuah daerahnya seperti kekeringan, pencemaran sungai-sungai di Kabupaten Bekasi. Salah satunya, sungai Cilemah Abang, kerusakan hutan Bakau, akses Jalan Raya Babelan dan penerangan jalan umum,” jelasnya.

Selain itu tambahnya, masih ada instansi-instansi pelayanan publik yang masih melakukan pungutan liar (pungli), kemacetan-kemacetan yang setiap harinya dirasakan oleh para pengguna jalan, belum lagi persoalan pengangguran kian tahun bertambah banyak.

“Pertanyaannya, bagaimana pemerintah dalam mengurai semua perosalan tersebut. Karena sampai sekarang belum ada trobosan-trobosan yang memberikan dampak positif bahwa akan adanya harapan baru di Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (De/Mul)

Comments

comments