Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Selasa, Desember 10, 2019
Halaman Home » Berita Lain » FGD, Optimalisasi Aset dan Angkutan Barang PT KAI Wilayah Jateng-DIY
  • Follow Us!

FGD, Optimalisasi Aset dan Angkutan Barang PT KAI Wilayah Jateng-DIY 

BERITA SEMARANG – Dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang berbagai pelaku bisnis yang ada di wilayah Jateng, dan Pemerintah Provinsi Jateng.

Kegiatan FGD yang berlangsung di Hotel PO Semarang tersebut dihadiri dari PT KAI, Suharjono (Corporate Deputy Director of Assets Development) dan Rein Wirawan Gazalba (Corporate Deputy Director of Freight Marketing and Sales), dengan Narasumber Andy K Nataniel (ahli bidang property) dan Setijadi (Supply Chain Indonesia).

Pada kesempatan tersebut Narasumber melakukan sharing knowledge mengenai tren pengembangan property di lahan yang terintegrasi dengan transportasi missal, dan angkutan barang.

Para pelaku bisnis yang tertarik untuk bekerjasama dengan PT KAI dapat melakukan proses tindak lanjut dari kerja sama yang sudah ditentukan.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro menyampaikan, melalui kegiatan FGD ini diharapkan dapat menggugah minat dan membuka wawasan para pelaku bisnis untuk dapat memanfaatkan aset yang dimiliki PT KAI dalam mengembangkan bisnis usahanya. Selain itu, melalui pengangkutan barang dengan menggunakan kereta api diharapkan dapat menambah efektifitas dan efisiensi dari segala sisi proses distribusi yang dilakukan.

“Keunggulan pengangkutan barang dengan kereta api dapat menurunkan angka kemacetan, menghemat bahan bakar, mengurangi kerusakan infrastruktur jalan, bebas pungutan liar, dan tepat waktu,” ujar Krisbiyantoro kepada awak media di Semarang, Rabu (14/8/2019).

Sementara aset-aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang terbentang di Pulau Jawa khususnya di wilayah Jawa Tengah meliputi Daerah Operasi 4 Semarang, Daerah Operasi 5 Purwokerto, Daerah Operasi 6 Yogyakarta masih sangat berpotensi untuk dikembangkan.

“Aset-aset tersebut terbagi menjadi aset railway, meliputi sarana dan prasarana, dan aset non railway meliputi tanah, bangunan dinas, rumah perusahaan, perkantoran, dan gudang. Secara keseluruhan aset-aset tersebut terletak di sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera,” ungkap dia.

Untuk aset berupa tanah memiliki luasan 332.012.898 m2 dengan luasan optimum untuk dikembangkan sebesar 2.524.700 m2. Sedangkan untuk rumah perusahaan berjumlah 16.475 unit dan bangunan dinas berjumlah 3.882 unit. Legalitas dari keseluruhan aset KAI berpotensi tersebut yang sudah bersertifikat sejumlah 125.712.997 m2 (37,86%) sedangkan yang belum bersertifikat adalah 206.299.901 m2 (62,14 %).

Menurutnya, dari sisi letak aset KAI mempunyai profil yang sangat menguntungkan diantaranya, berada pada lokasi premium di pusat kota, berada di kawasan perkantoran pemerintah maupun swasta, berada di  kawasan bisnis, perdagangan, ekspedisi, dan pergudangan yang masih dekat dengan simpul-simpul transportasi, dan berada pada kawasan pariwisata yang sebagian asset PT KAI memiliki desain arsitektur yang unik dan menarik. (Nining)

 

Biro Semarang

 

 

Comments

comments