Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Sabtu, Desember 14, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Bambang Widjanarko Kupas Tuntas Sejarah Ban dan Pelek
  • Follow Us!

Bambang Widjanarko Kupas Tuntas Sejarah Ban dan Pelek 

BERITA BEKASI – Besarnya minat anggota untuk mengetahui segala persoalan tentang ban dan pelek, Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Bekasi Raya, Daniel Utomo baru-baru ini menghadirkan pakar ban dan pelek yang dimiliki oleh APTRINDO, Bambang Widjanarko, untuk memberikan seminar yang berlangsung di Hotel Aston Imperial Bekasi.

Kegiatan yang bertema ‘Truck Tire & Rim Technical’ dihadiri para pemilik usaha angkutan barang yang tergabung dalam DPC Aptrindo Bekasi Raya beserta para mekanik dan sopirnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang menyampaikan presentasi mengupas tuntas tentang sejarah ban dan pelek, proses produksinya, pemilihan ban dan pelek, pemakaian dan perawatannya, jenis kerusakan ban dan pelek, serta bagaimana penanganan dan  penanggulangan permasalahan pada ban dan pelek.

Bambang yang tumbuh di toko ban, dan pernah menjadi plant manager pabrik pelek racing terkemuka dalam negeri selama 12 tahun terlihat sangat menguasai persoalan, sehingga proses presentasi yang diselingi dengan interupsi tanya jawab berjalan lugas dan berbobot

Tidak hanya itu, dirinya juga telah mengambil berbagai sertifikasi tentang ban dan pelek di manca Negara. “Tolong beri saya pertanyaan tentang persoalan yang seberat dan se-mematikan mungkin yang pernah anda alami, agar bisa kita kupas tuntas persoalannya sekarang juga,” kata Bambang kepada peserta seminar.

“Saya berharap setelah ini tidak akan ada persoalan lagi pada ban. Tidak ada ban yang paling baik atau paling buruk yang ada hanya ban yang pas sesuai dengan harganya,” ujar Bambang yang juga Wakil Ketua Aptrindo Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Diungkapkan bahwa semua ban yang dijual di Indonesia telah memenuhi persyaratan SNI yang terberat di dunia, karena aturan dalam SNI merupakan rangkuman dari badan sertifikasi dunia lainnya seperti European Tire & Rim Technical Organization (ETRTO), Departement Of Transportation (DOT) USA, Japan Automobile Tire Manufacturer Association (JATMA), INMETRO Brazil dan China Compulsery Certification (CCC).

“Semua ban yang beredar di Indonesia sudah melalui proses SNI, namun tingkat kualitas dan harganya berbeda-beda, seperti pada proses penilaian sekolah, ada yang lulus dengan nilai pas-pasan, ada yang baik dan ada yang super,” jelas Bambang.

Namun, lanjut dia, ada juga importir yang berpikiran market oriented (menjual ban yang berkualitas sebanyak mungkin dengan profit rendah), atau profit oriented (menjual ban yang kurang berkualitas sedikit saja asalkan profitnya tinggi).

Bambang yang telah menjual dan mengenali ban sejak kecil selalu berusaha mencari kesempurnaan dan telah beberapa kali bergonta-ganti merek ban yang dijual, demi memuaskan pelanggannya.

Perlu diketahui, saat ini Bambang menjadi Technical Advisor sekaligus ujung tombak penjualan tim DOUBLESTAR TIRE INDONESIA. (Nining)

Comments

comments