Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Berita Daerah » Kekeringan, Pemerintah Perlu Fasilitasi Penampungan Air
  • Follow Us!

Kekeringan, Pemerintah Perlu Fasilitasi Penampungan Air 

BERITA SEMARANG – Anggota Komisi D DPRD Jateng, Ngainirrichadl menyampaikan, dalam masa kekeringan saat ini, ada 30 Kabupaten/Kota yang terdampak kekeringan.

“Persoalan ini merupakan masalah rutin tahunan yang selalu dihadapi Provinsi Jateng. Berdasarkan data, pada 2018 ada 112 kecamatan di Jateng yang terkena dampak kekeringan, sedang tahun ini ada 267 kecamatan,” ungkap Richardl saat diskusi Prime Topic Trijaya FM yang bertema ‘Ayo Panen Air’ yang berlangsung di Noormans Hotel Semarang, Rabu (17/7/2019).

Menurutnya, dari angka tersebut ada peningkatan dampak kekeringan yang perlu ditangani. Diharapkan solusinya jangan hanya mengirim bantuan air bersih, namun perlu adanya perencanaan dengan cara fasilitasi dari Pemerintah berupa embung atau tempat penampungan air.

“Diprioritaskan untuk daerah-daerah yang terdampak kekeringan. Anggarannya tidak hanya dari Pemerintah tapi bisa juga dari CSR perusahaan,” kata Richardl.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, SR. Eko Yunianto mengatakan, di Provinsi Jawa Tengah ada 29 kabupaten dan 6 kota dengan luas 32 ribuan kilometer.

Secara hidrologis di ribuan kilometer itu, dari 10 wilayah sungai yang ada di Provinsi, sebanyak 202 merupakan aliran sungai. Dari 10 wilayah sungai tersebut, ada 6 wilayah yang merupakan kewenangan Pusat dan 4 lintas Provinsi. 

“Dalam pengelolaannya, ada 3 hal yang perlu dilakukan yakni konservasi, mendayagunakan SDA, dan mengusahakan air,” tutur Eko.

Sementara Imam Wahyudi selaku Ketua Program Doktor Teknik Sipil dan Kepala Puslit Delta Center on Climate Change Unissula Semarang menambahkan, di Provinsi Jawa Tengah ini ada blue area atau daerah penghasil air.

Untuk memperoleh air di daerah tersebut, masyarakat bersama Pemerintah harus memperhatikan green area atau daerah hijau, karena memiliki penampungan air yang baik.

Untuk mewujudkan blue area di sejumlah daerah yang selalu terdampak kekeringan, harus bisa menciptakan green area atau DAS (daerah aliram sungai), juga banyak pepohonan.

“Masyarakat juga harus terlibat dalam menciptakan blue area. “Jadi kita harus bisa menampung air di sejumlah tempat-tempat penampungan air sehingga saat memasuki masa kekeringan kita bisa memanen airnya,” pungkas Imam. (Nining)

Biro Semarang

Comments

comments