Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Senin, November 18, 2019
Halaman Home » Pendidikan » Kadisdik Kabupaten Bekasi, Carwinda: Tak Ada Permainan Zonasi
  • Follow Us!

Kadisdik Kabupaten Bekasi, Carwinda: Tak Ada Permainan Zonasi 

BERITA BEKASI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi, H. Carwinda menampik tudingan adanya permainan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bekasi yang dilakukan para operator untuk menentukan titik lokasi zonasi. Hal itu, dikatakannya guna menjawab pemberitaan yang beredar ditengah masyarakat.

Diungkapkan, Carwinda, penerimaan peserta didik baru yang sekarang berdasarkan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 yang mengatur tentang PPDB melalui zonasi. Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 SMP, dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

“Jadi, adanya tudingan melalui pemberitaan tersebut tidak mendasar dan tidak benar jika memang hal seperti itu ada dilengkapi dengan barang bukti laporkan kepadanya maka akan ditindak sesuai prosedur dan peraturan yang ada,” tegas Carwinda kepada Beritaekspres.com, Senin (15/7/2019).

Dijelaskan Carwina, di dalam Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 diatur menggunakan sistem zonasi yakni, zonasi prestasi, akademik, non-akademik dan juga berdasarkan nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

“Jadi, adanya tudingan melalui berita yang kemarin itu tidak mendasar dan tidak benar. Jika memang hal seperti itu ada silahkan lengkapi dengan barang bukti dan segera laporkan ke kita pasti kita tindak sesuai prosedur dan peraturan yang ada,” ulasnya.

Silahkan kroscek ke SMPN 1 Tambun, informasinya ada permainan di sekolah itu, tapi nyatanya setelah kita melakukan pengecekan tidak ada. Mungkin, ada pihak yang merasa tidak puas sehingga menduga dari rasa kekhawatirannya.

Perlu diketahui lanjut Carwinda, di SMPN 1 Tambun dijaga masyarakat setempat, karena masyarakat sendiri sudah mendapatkan manfaat dari sekolah itu. Dan, satu contoh lagi kemarin di SMP 3 Cikarang Utara sempat ramai juga soal kecurangan, tapi ternyata ketika sudah diumumkan ada diskualifikasi, karana ada kesalahan entri dari nilai.

“Tapi juga jangan berpendapat orang pintar tidak bisa sekolah ke sekolah yang bagus, ada peluangnya juga 15 persen untuk nilai prestasi USBN yang paling penting zonasi sesuai peraturan Menteri Pendidikan.

Dikatakan Carwinda, semua masyarakat bisa sekolah dan jangan sampai rumahnya dekat dengan sekolah tidak bisa masuk kesekolah yang bagus. Jadinya, dengan sistem zonasi sekarang yang menggunakan aplikasi dari Kementrian Pendidikan itu dapat mengurangi pendapat bahwa sekolah paporit itu hanya di peroleh oleh orang-orang jauh.

Karena tambah Carwinda, kalo kita bicara dari sisi kepintaran atau prestasi kita bisa memberi peluang 15 persen itu. Meskipun dia orang jauh di luar zonasi, tapi dia bisa menggunakan zonasi Prestasi.

“Yang jelas sampai hari ini, saya belum dapat informasi atau laporan resmi istilah permainan jika memang dugaan permain itu memang benar ditemukan kita akan beri Sangsi bagi pelakunya sesuai prosedur dari teguran secara lisan, secara  tertulis dan tahapan berikutnya kita jalankan,” pungkasnya. (De/Mul)

Comments

comments