Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Desember 8, 2019
Halaman Home » Bekasi Kota » DPP Golkar Diminta Turunkan Rekomendasi Akhmad Marjuki
  • Follow Us!

DPP Golkar Diminta Turunkan Rekomendasi Akhmad Marjuki 

BERITA BEKASI – Ketua tim sukses Calon Wakil (Cawabup) Bupati Bekasi Kubu, Akhmad Marjuki, Jonly Nahampun, meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar segera menurunkan surat rekomendasi kepada Akhmad Marjuki agar tidak menimbulkan teka teki dan Opini di kalangan elit lokal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepada Beritaekspres.com, Jonly mengatakan, diirinya selaku Ketua Tim Sukses Cawabup Bekasi, Akhamad Marjuki meminta kepada DPP Partai Golkar agar segera menurunkan surat rekomendasi dukungan ke Akhamd Majuki bertujuan agar menghilangkan opini dan teka – teki di kalangan elit lokal.

“Selain itu, agar Kabupaten Bekasi lebih baik lagi baik dari segi pembangunan maupun kesejahteraan masyarakatnya,” kata Jhonly. Senin (13/07/2019).

Perlu diketahaui sambung Jonly, jika Cawabup dukungan kami, Akhmad Marzuki mendapatkan rekomendasi dan terpilih menjadi Wakil Bupati (Wabup) Bekasi mendampingi, Eka Supria Atmaja bakal meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bekasi dibidang limbah industri menjadi home industri.

”Wilayah Kabupaten Bekasi banyak bernaung di perusahaan yang seharusnya warga Bekasi bisa ikut merasakan. Misalnya, limbah yang bisa di buat ekonomi kreatif,” terang Jonly.

Dituturkan Jonly, selain lapangan pekerjaan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang didapat dari ke untungan perusahaan. Limbah pabrik juga bisa di manfaatkan masyarakat dengan membentuk kerajinan home industri.

“Jadi, jangan sampai warga Bekasi, kelaparan di lumbung padi, itu bahasanya bang,” ungkap Jonly yang selalu menyerukan semua elemen masyarakat untuk memberikan dukungannya kepada H. Akhmad Marzuki.

Pertayaannya lanjut Jonly, bagaimana cara membentuk limbah industri menjadi home industri, pihaknya akan membentuk Usaha Kecil Menegah (UKM) yang akan disinergikan dengan perusahaan-perusahaan agar limbah industri bisa dikelola masyarakat dengan dijadikan home industri.

”UKM-UKM bisa dari, Karang Taruna, kelompok masyarakat, organisasi masyarakat ataupun yang laennya yang bisa menambah penghasilan dan menciptakan pekerjaan. Karena, limbah pabrik sebagian bisa di buat menjadi penghasilan,” ujarnya.

Ditambahkan Jonly, kita harus mencontoh H. Ahmad Marjuki yang hanya berbekal seorang pengusaha limbah tetapi berfikir kedepan untuk bisa berbuat untuk masyarakat Kabupaten Bekasi dengan cara dan strategi beliau.

“H. Marjuki ingin berbagi ilmu dan strategi agar Kabupaten Bekasi bisa maju, bersih tanpa adanya Korupsi dan siap bersinergi dengan Bupati Bekasi, H. Eka untuk melaksanakan pembangunan dan menciptakan lapangan kerja baru tidak mengandalkan anggaran dari APBD, APBD Provinsi dan APBN,” pungkasnya. (De/Mul)

Comments

comments