Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Januari 19, 2020
Halaman Home » Bekasi Kota » Soal Kasusnya, Oknum Pejabat Pemkot Bekasi Ogah Berkomentar
  • Follow Us!

Soal Kasusnya, Oknum Pejabat Pemkot Bekasi Ogah Berkomentar 

BERITA BEKASI – Oknum pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berinisial ZH, tidak bersedia memberikan komentar seputar persoalan yang tengah melilitnya, baik terkait laporan polisi atas dugaan hubungan kesusilaan melalui pesan whatsapp oleh seorang ibu rumah tangga berinisial KY begitu juga dengan penahanan salah seorang awak media Koran Bekasi, Bona Marpaung.

“Maaf ya, saya ngak mau berikan komentar, terserah mau dibilang apa. Maaf saya mau makan dulu,” kata ZH ketika dihubungi Beritaekspres.com, Selasa (25/6/2019).

Begitu juga, ketika ditanya soal adanya laporan balik tentang tuduhan dugaan hubungan kesusilaan melalui pesan whatsapp, lagi-lagi, ZH engan memberikan komentar lebih jauh.

“Maaf ya, saya mau makan dulu. Kalo tentang itu biar aja saya ngak mau menanggapi terserah aja,” ulas ZH lagi sambil pamit mengakhiri pembicaraan.    

Sebelumnya, ZH dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan polisi, LP/1.438/K/VI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota, karena dinilai sudah merendahkan harga diri seorang ibu ruah tangga berinisial KY, Jumat 21 Juni 2019 lalu.

Diketahui, KY maupun ZH, sama-sama tinggal di Apartemen Grand Center Point yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi. Diakui KY, setelah menyetujui semua pesan whatsapp itu untuk penilaian, akhirnya mereka memutuskan untuk melaporkannya ke Polres Metro Bekasi Kota.

KY mengaku, ZH, selalu mengajak berhubunga, meminta foto dan menerima semua pesan whatsapp-nya. Hal itu dilakukan ZH secara terus menerus yang dimulai sejak awal 2017, termasuk sering mengirimi KY dengan foto dan video dewasa. 

Terkait hal itu, pewarta Koran Bekasi, Bona Marpaung mencoba mengkonfimasi kebenaran dari informasi yang diterimanya. Sekitar pukul 16,28 WIB, Bona mendapatkan waktu diterima ZH diruang kerjanya yang berukuran 5×3 meter di Aparatemen Grand Centre Point.

Tiba dilokasi, Bona sudah ditunggu dua orang teman ZH yang berperawakan badan besar dan tegap. Belum selesai Bona menghela nafas panjang, ZH langsung mencecar dengan pertanyaan dan memaksa untuk memberitahu siapa yang menjadi sumber informasi tersebut.

Bona pun kemudian sempat menghubungi manajemen Koran Bekasi dan menyebutkan bahwa dirinya dikurung dalam ruangan. Ketegangan sempat berlangsung sekitar 10 menit, ZH dan kedua temannya terlihat saling pandang.

Tidak berapa lama, ZH pamit keluar dari ruangan tersebut dengan alasan ingin mengganti baju dinas PNS-nya. Di saat itulah, dua pria teman ZH menyuruh Bona langsung meninggalkan Apartemen Grand Centre Point. (Indra)

Comments

comments