Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Jumat, September 20, 2019
Halaman Home » Pojok Kasus » Soal Asusila, Ibu Rumah Tangga Polisikan Oknum Pejabat Pemkot Bekasi
  • Follow Us!

Soal Asusila, Ibu Rumah Tangga Polisikan Oknum Pejabat Pemkot Bekasi 

BERITA BEKASI – Seorang ibu rumah tangga melaporkan salah seorang pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berinisial ZH ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/1.438/K/VI/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota, karena dinilai sudah merendahkan harga dirinya selaku wanita bersuami dan beranak dengan memaksa hubungan kesusilaan melalui media social. 

Dikutif dari laman Koran Bekasi, korban mengaku sudah teramat kesal selalu direndahkan harga dirinya dengan kata-kata tak senonoh yang dikirim melalui whatsapp

“Saya sampai pindah dari menara A ke menara D, dia terus mengirim pesan melalui whatsaap hingga akhirnya saya blokir. Tapi, ini jelas-jelas sudah merendahkan dan melecehkan saya sebagai ibu rumah tangga yang sudah berkeluarga dan punya anak,” ungkap, Senin (24/6/2019).

Diketahui, KY maupun ZH, sama-sama tinggal di Apartemen Grand Center Point yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi. Diakui KY, setelah menyetujui semua pesan whatsapp itu untuk penilaian, akhirnya mereka memutuskan untuk melaporkan hal itu ke Polres Metro Bekasi Kota.

“Aneh ya ada pejabat Pemkot Bekasi tak bermoral seperti itu. Dia (ZH) saya laporkan karena sudah melecehkan wanita tanpa memandang usia dan latar belakang dengan cara mengata-ngatainya dengan bahasa yang tidak sopan,” tuturnya.

Dia sambung korban, mengajak berhubunga, meminta foto dan menerima semua pesan whatsapp-nya. “Saya punya ibu rumah tangga lho, saya punya suami, punya anak dan saya ini punya ibu yang pastinya mereka tidak akan bisa menerima saya dilecehkan gini,” katanya.

Menurutnya, hal itu dilakukan ZH secara terus menerus, dimulai sejak awal 2017. Sebaliknya, ZH juga sering mengirimi korban dengan foto dan video dewasa. 

“Aku mulai berpikir hanya guyonan saja, tetapi semakin lama dia semakin menjadi, lebih sering mengirimi saya foto dan video porno. Saya takut jika suami saya tahu, membuat foto dan video itu selalu cepat saya hapus,” jelasnya.

Sebagai warga Kota Bekasi, KY juga mempertanyakan kredibilitas ZH sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sering bersiliweran di sekitar Apartemen saat jam sibuk bekerja. Mobil Dinas Kijang Innova berwarna silver yang digunakan sering terparkir di sekitar Apartemen dengan warna plat nomor yang berubah-ubah.

“Terus terang, saya sudah sangat kecewa, karena dia sudah merendahkan martabat dan harga diri saya. Laporan ini juga saya buat untuk mempertanyakan kredibilitas dia sebagai ASN, karena dia lebih sering menghabiskan waktu di Apartemen dari pada bekerja di kantor,” ungkapnya lagi.

Korban pun berharap, Polres Metro Bekasi Kota menindaklanjuti laporannya agar ada efek jera untuk ZH agar bisa menghormati orang lain. 

“Diakan ASN, malah dia menyetujui wanita, bukan malah melecehkan kami (perempuan) seperti ini, saya yakin kalau dia juga punya ibu, putri dan saudara perempuan. Bagaimana kalau ada lelaki yang melakukan perbuatan seperti itu kepada keluarganya,” pungkas korban. (Indra)

Comments

comments