Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Kamis, Agustus 22, 2019
Halaman Home » Hukum » Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Moro Karimun Resmi Dilaporkan
  • Follow Us!

Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Moro Karimun Resmi Dilaporkan 

BERITA KARIMUN – Akhirnya, dugaan korupsi proyek infrasetruktur pembangunan jalan penghubung tiga Desa yakni, Desa Rawa Jaya, Desa Niur Permai dan Desa Sugi, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, resmi dilaporkan Ketua Karang Taruna Tiga Saudara, Senin (24/6/2019).

Kepada Beritaekspres.com, Zulkepli (43) selaku pelapor menegaskan, pelaporan merupakan bagian dari kepedulian terhadap wilayahnya. Sebab, proyek infrasetruktur yang dikerjakan bersifat multiyears tersebut disinyalir tidak sesuai dengan kontrak dan kondisinya pun sangat memprihatinkan.

“Dari kasat mata, sudah tidak layak disebut sebagai jalan utama penghubung tiga Desa. Sekarang pun jalannya sudah amblas,” terangnya, Senin (24/6/2019) usai mengirimkan laporan dugaan korupsi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun.

Dugaan korupsi sambung Zulkipli yang disuarakan bukan tidak mendasar karena dari pengecekan secara pisik dilapangan dengan ketebalan aspal 5 CM dan gorong-gorong mengunakan material kaleng bekas sangatlah tidak lazim dalam sebuah proyek infrasetruktur pemerintah.

“Buktinya, sudah amblas. Ketebalan 5 CM kuatnya sampai dimana untuk menahan beban kendaraan terutama roda empat. Terlebih lagi, jika bermuatan berat lalu lalang setiap hari bahkan mungkin dalam hitungan jam. Jadi, ngak asuk akal. Apalagi mau berkhayal kuat hingga belasan tahun lebih ngak logika lagi,” katanya.

Ironisnya lagi lanjut Zulkipli, gorong-gorong dari material drum kaleng bekas. Inipun, pantas menjadi sebuah pertanyaan bagi kita, apakah seperti itu standar pengkajian pemerintah dalam membangun infrasetruktur yang bertujuan untuk meningkatkan lintas perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat tiga Desa.

“Inikan luar biasa perlu menjadi sebuah pertanyaan juga bagi kita bagaimana pungksi pengawasan pemerintah setempat atas proyek yang dibangun dengan dana pemerintah yang menggunakan uang rakyat. Kita berharap, Kejari Karimun serius menanggapi apa yang barusan kita laporkan ini,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, penggiat anti korupsi, Edy SP, mengapresiasi kepada Karang Taruna Tiga Saudara yang suddah melaporkan secara resmi dugaan korupsi proyek pembangunan penghubung tiga Desa yang berada diwilayahnya ke Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Karimun.

“Sebuah langkah yang bagus dari masyarakat yang ikut serta mengawasi pembangunan diwilayahnya. Selanjutnya, kita berharap pihak Kejari segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi dari masyarakat tersebut. Karena, siapapun berhak melaporkan,” tegasnya.

Dirinya tambah Edyy juga mengapresiasi pihak Kejaksaan Negeri Karimun yang sudah menanggapi laporan masyarakat. Terlebih lagi kasus dugaan korupsi yang sekarang menjadi skala prioritas Pemerintah Pusat dalam canangan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kita siap kawal proses dan perkembangan pelaporan ini hingga tuntas. Kedepan kita pun berharap, pihak Kejaksaan dapat menjalankan pungsi pengawasannya agar Negara tidak terus dirugikan dalam proyek pembangunan terutama infrasetruktur khususnya diwilayah Kabupaten Karimun,” pungkasnya. (Rahman)

Comments

comments