Referensi, Berita Hukum, Politik dan Pemerintahan|Minggu, Juli 21, 2019
Halaman Home » Entertainment » Pledoi Ratna Sarumpaet Minta Dibebaskan Majelis Hakim
  • Follow Us!

Pledoi Ratna Sarumpaet Minta Dibebaskan Majelis Hakim 

BERITA JAKARTA Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet mengakui kebohongan tentang penganiayaan merupakan perbuatan terbodohnya. Terdakwa hoax penganiayaan itu pun harus menerima konsekuensi karena dianggap sebagai ratu pembohong.

“Saya mengakui bahwa sebagai aktivis demokrasi dan seniman yang selalu menyuarakan kemanusiaan, kebohongannya itu merupakan perbuatan terbodoh yang saya lakukan selama hidup saya,” ungkap Ratna dalam pembelaanya (pledoi) pribadi di PN Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Akibat kebohongan itu sambung Ratna, saya menerima sanksi sosial yang sangat luar biasa berat dari masyarakat. “Saya dianggap sebagai ratu pembohong,” kata Ratna lirih.

Ratna mengaku cap ‘pembohong’ itu telah menghancurkan nama baik dan reputasinya. Justru perbuatan yang selama ini dia lakukan sebagai aktivis sirna karena kebohongan itu.

“Mengakhiri perjuangan-perjuangan saya menerima semuanya sebagai konsekuensi dari perbuatan saya yang telah mengecewakan banyak orang,” ungkapnya.

Ratna lalu memohon maaf di persidangan kepada masyarakat. Ratna sudah mengakui kebohongannya pada saat konferensi pers tertanggal 3 Oktober 2018 yang digelar sehari setelah konferensi pers Prabowo Subianto dan tim pemenangannya.

“Atas kebohongan itu, secara terbuka, pada persidangan ini, di depan Majelis Hakim dan Jaksa serta hadirin persidangan ini saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pihak-pihak lain atas kebohongan saya itu,” ucap Ratna.

Ratna kemudian menyinggung soal perbuatannya yang berbohong keluarga dan beberapa temannya. Ia mengaku tidak menyebarkan berita bohong penganiayaan di medsos sehingga menurutnya tuntutan Jaksa tidak tepat.

“Apakah perbuatan saya menyampaikan kebohongan kepada 7 orang melalui WhatsApp akun pribadi tersebut dapat disebut sebagai perbuatan menyiarkan atau menyampaikan pemberitahuan bohong?,” kata Ratna.

Apakah lanjut Ratna, akibat dari perbuatan saya tersebut telah terjadi keonaran sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum?,” tambah Ratna.

Ratna pun meminta dibebaskan oleh Majelis hakim dari segala tuntutan. Sebab, menurut Ratna lebih baik membebaskan 1.000 orang bersalah dari pada menghukum 1 orang yang tidak bersalah.

Kemudian ia juga menyinggung usianya yang akan berumur 70 tahun pada bulan Juli mendatang. Ratna meminta dibebaskan dan dikembalikan ke keluarganya.

“Sebagian besar kehidupan saya berada di sekitar anak-anak saya. Mohon kembalikan saya kepada mereka. Mohon kembalikan saya ke pelukan anak-anak saya,” pungkasnya. (Stave)

Comments

comments